Gubernur Lemah, Sofifi Kembali Sepi

Mardianto Musa

TIDORE - Gubernur Maluku Utara KH.Gani Kasuba dinilai lemah dalam mengatur kemajuan Sofifi yang di klaim sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara ini.

Pasalnya, pasca pelaksanaan STQ tingkat Nasional, Sofifi kembali menjadi kota sepi seperti biasanya yang mempengaruhi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daratan Halmahera.

Demikian hal ini disampaikan Ketua Komunitas wartawan ( Kwatak) Kota Tidore Mardianto Musa kepada jarita.id, Kamis, (4/11/2021) di Desa Galala Oba Utara.

"Sofifi dua minggu lalu ramainya bukan maen, sekarang sama seperti daerah transmigrasi pedalaman yang jauh dari pusat perekonomian itu pun masih ramai dari Sofifi ,’’ kata Mardianto.

Pria yang disapa Mas Antoth bahkan menegaskan bahwa sepinya sofifi ini dikarenakan lemahnya Pemerintah Provinsi dalam mengatur aktifitas roda pemerintahan yang baik.

Dimana diketahui masa banyak aktifitas pegawai yang berada di Kota Ternate dan begitu juga yang beraktifitas di Sofifi jam kerjanya nyaris efektif hanya 4 jam lamanya selebihnnya pukul 14:00 Wit telah selesai dan kembali lagi di Ternate dan Tidore," Miris memang ,’’ cetusnya.

Belum lagi, lanjut Antoth, aktifitas kelakuan buruk anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang hobinya bersama TPAD melakukan pembahasan anggaran harus di Hotel-hotel di kota Ternate , padahal ruang rapat yang berada di DPRD sangat megah dan representative untuk diadakan rapat-rapat apapun ,

" Kelakukan ini sangat boros menghasilkan mudarat yang semestinnya alokasi anggaran itu bisa digunakan untuk infastruktur lainya di Sofifi ,’’ papar Mardianto.

Olehnya itu Mardianto menyarankan agar Gubernur harus bersikap tegas tidak hanya gertak sambal kepada seluruh civitas ASN Pemprov Maluku Utara untuk melakukan aktifitas penuh di ibu Kota Sofifi.

" Berikan kewenangan penuh kepada Sekprov untuk menindak kedisplinan seluruh OPD yang kerap kali dikabarkan enggan mendengar arahan Sekprov alias anggap remeh, di berikan sanksi tegas bilamana masih malas beraktifitas di Sofifi,’’ usul Mardianto.

Gubenur harus komitmen membangun Sofifi dengan tuntas hingga masa akhir jabatanya berakhir, " Jika tidak maka akan menjadi cerita masa lalu kepemimpinannya yang gagal memimpin, hal yang kecil yang terlihat saat ini mengatur aktifitas ASN di Sofifi saja Gubenur tak mampu ,’’ pungkas Mardianto.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga