Hewan Ternak Yang Berkeliaran Tembak Mati Ditempat

Foto: Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen

TIDORE - Upaya mensukseskan Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tingkat Nasional yang berpusat di Sofifi pada tanggal 16-25 Oktober 2021. Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara gabung jurus untuk menertibkan hewan ternak yang berkeliaran.

Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen saat melakukan pertemuan bersama dengan panitia STQ dan Kepala-Kepala Desa/Lurah, Camat beserta Instansi lintas sektor lainnya, yang berpusat di Aula Kantor Camat Oba Utara, Sabtu (25/9/2021).

Bahkan jelang STQ nanti, Wawali menghimbau kepada semua Kepala-Kepala Desa/Lurah, dan Camat di Oba Utara, agar dapat mengumumkan kepada masyarakat melalui masjid atau gereja untuk menertibkan hewan ternak berupa Sapi, Kambing dan lain sebagainya yang masih berkeliaran. Jika tidak, maka hewan peliharaan akan ditembak ditempat.

" Sebelum kita mengambil tindakan, saya minta kepada Kepala Desa, Lurah dan Camat agar dapat mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat selama tiga hari, jika sudah disosialisasi, dan hewan mereka masih berkeliaran, maka pihak Kepolisian dan TNI akan turun untuk bersikap, Jadi apabila ditemukan hewan peliharaan yang berkeliaran, maka hewan tersebut langsung ditembak ditempat," pungkasnya.

Penertiban hewan ternak ini, kata Wawali, tidak boleh memandang status sosial, meskipun pemilik ternak itu berkapasitas sebagai Gubernur, Wali Kota, Wakil bahkan Kapolres dan Dandim.

" Di Indonesia ini tidak ada yang kebal hukum, olehnya itu penertiban hewan ternak ini tidak memandang jabatan. Hal ini agar dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Olehnya itu, meskipun hewan ternak itu milik saya sekalipun, jika kedapatan berkeliaran, harus ditembak dan tidak boleh ada toleransi," tegasnya.

Senada, disampaikan Kepala Satpol-PP Kota Tidore, Yusuf Tamnge, dia mengaku terkait dengan langkah penertiban hewan ternak ini, juga telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Pemeliharaan Hewan Ternak.

Untuk itu, pihaknya akan melayangkan surat pemberitahuan kepada Camat, Lurah dan Desa yang berada di Kecamatan Oba Utara, guna disosialisasikan kepada masyarakat, terutama kepada warga pemilik hewan ternak.

" Insya allah di hari senin nanti, kami akan kirim suratnya ke camat untuk diumumkan melalui tempat-tempat ibadah seperti Masjid dan Gereja," ujarnya.

Sosialisasi penertiban hewan ternak ini, kata Kasat, akan dilakukan selama 3 sampai 4 hari. Selanjutnya pihak Satpol PP Kota Tidore Kepulauan akan turun bersama Pemerintah Provinsi dan pihak terkait untuk melakukan penertiban, dan apabila ditemukan hewan ternak yang masih berkeliaran maka langsung ditindak.

Sementara Kepala Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, Amir Abdullah, merespon positif langkah yang diambil Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, bahkan ia sangat setuju dengan Kebijakan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen. Bahkan terkait dengan penertiban hewan ternak ini, juga telah dilakukan Pemerintah Desa Balbar.

Untuk itu, dia berharap, penertiban hewan ternak ini tidak hanya berlangsung pada saat pelaksanaan STQ, melainkan harus terus ditegakkan sampai kapanpun. Pasalnya, hewan ternak yang berkeliaran juga sangat meresahkan warga.

"Kita sudah harus tegas, karena sudah ada regulasi yang mengatur akan hal ini. Dan kami di Balbar telah menindaklanjuti itu. Maka dari itu, penertiban hewan ternak ini harus berlaku sampai kapanpun, bukan hanya sebatas di saat pelaksanaan STQ," tandasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga