Korban Kebakaran Dapat Bantuan dari BPBD Tidore

Foto: Penyerahan Bantuan Kepada Salah Satu Warga KelurahanTambula yang terdampak Bencana

TIDORE – Akibat diterpa bencana kebakaran dan angin puting beliung beberapa waktu lalu, sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap rumah warga. Kini mereka telah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, dibawah Kepemimpinan Wali Kota, Capt. Ali Ibrahim dan Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen.

Penyaluran bantuan berupa uang tunai ini, dilakukan melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahim Achmad terhadap korban bencana yang berpusat di Kantor BPBD Tidore Kepulauan.

Untuk itu, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Abdurahim mengatakan semoga bantuan yang diberikan dapat membantu para korban bencana untuk dapat memperbaiki kerusakan rumah yang dialami.

“ Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dalam memperbaiki rumah mereka,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (22/9/2021).

Dia melanjutkan, untuk warga korban kebakaran terdapat sebanyak tiga orang yang berasal dari Kelurahan/Desa yang berbeda, diantaranya Naria Muhammad, Kelurahan Dokiri, Syukur Habib, Desa Maregam, Kecamatan Tidore Selatan, dan Daud Ishak warga Kelurahan Tosa, Kecamatan Tidore Timur.

Sementara untuk warga korban bencana angin puting beliung terdapat sebanyak 11 orang, yang tersebar di Tiga Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Tidore, terdiri dari, Safril Kene, Kelurahan Tambula, Amina Do Soleman, Kelurahan Soasio, Sawal Salam, Kelurahan Gurabunga, Suwanno dan Saban Gurabati, Kelurahan Tuguwaji,

Kecamatan Tidore Selatan, terdiri dari, Jafar Senuk dan S Dukomalamo Kelurahan Toloa, Maskur Hamisi, dan Sukur Habib Kelurahan Dokiri. Dan di Kecamatan Oba Utara, terdapat Irwan Hasan, Kelurahan Sofifi, ditambah dengan satu Sekolah Dasar (SD) Bukit Durian, yang diterima oleh Amina Adam.

“ Bantuan ini bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT) yang melekat langsung di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), jadi kalau ada masyarakat yang terdampak bencana, mereka tinggal melaporkan ke kami selaku instansi tekhnis melalui Kelurahan/Desa, kemudian kami akan proses sebagaimana arahan Walikota dan Wakil, jadi sebelum bantuan diserahkan kami akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan menghitung kerugian yang dialami,” jelasnya.

Abdurrahim menambahkan, dengan melihat cuaca yang tidak menentu dan bencana yang datang tanpa diduga, ia berharap pada tahun 2022 mendatang, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Banggar DPRD) Kota Tidore Kepulauan dapat meningkatkan nilai anggaran untuk penanggulangan bencana daerah, sehingga sewaktu-waktu terjadi bencana, Pemerintah telah siap untuk mendorong bantuan kepada masyarakat.

“ Kalau kita lihat situasi saat ini, potensi bencana yang kerap terjadi itu di daratan Oba khusunya di Kecamatan Oba dan Oba Selatan, terkait dengan banjir, begitu juga di Kecamatan Tidore Timur yang kerap terjadinya longsor,” jelasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga