Sekda Minta PLTU Taat Aturan

Foto: Ismail Dukomalamo Sekda Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo meminta agar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore Kepulauan, Maluku Utara, agar taat terhadap undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Pasalnya, belum lama ini PT.SBS di PLTU Tidore Kepulauan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, sehingga korban PHK melaporkan hal tersebut kepada Serikat Pekerja Nasional (SPN) Maluku Utara dan dilakukan mediasi bipartit baru-baru ini.

" Kami (Pemda) tidak mengintervensi PLTU, tapi langkah-langkah yang dilakukan oleh PLTU itu sesuai dengan prosedur atau tidak. Kalau tidak sesuai prosedur harus dievaluasi kembali," kata Ismail, Rabu (1/9/2021).

Atas kejadian tersebut, Sekda meminta agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memantau tenaga kerja yang bekerja di PLTU,

" Sehingga PHK itu harus mengikuti prosedur atau aturan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku," cetusnya.

Selain itu, Ismail juga meminta agar PLTU dalam merekrut tenaga kerja harus ada sepengatahuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tidore Kepulauan, sehingga kedepan tidak lagi terjadi PHK sepihak.

Untuk diketahui terhitung sejak tanggal 01 September 2021 kedua korban PHK sudah kembali bekerja seperti biasa sebagai cleaning service di PLTU Tidore, melalui surat dengan nomor: 244/205/PT SBS/VIII/2021, yang ditanda tangani oleh direktur PT. SBS Maman Darmawan.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga