Buruh di PLTU Tidore Sering Diintimidasi

Foto: Ilustrasi PLTU Tidore Kepulauan

• SPN Malut Harap Dinas Ketenagakerjaan Bisa Berperan Aktif

TIDORE - Serikat Pekerja Nasional (SPN) Maluku Utara menyatakan bahwa tenaga buruh yang bekerja di PLTU Kota Tidore Kepulauan sering terintimidasi.

Hal tersebut diakui oleh Sofyan Abubakar Sekertaris SPN Maluku Utara kepada sejumlah awak media usai mediasi bipartit korban PHK dengan PT.SBS, pada Senin (30/8/2021) siang tadi.

" Masalah yang terjadi di PLTU Tidore Kepulauan ini masih banyak sekali buruh/pekerja yang terindimasi," ungkap Sofyan.

Kata Sofyan, sejauh ini SPN Maluku Utara sudah mendengar berbagai informasi terkait dengan sejumlah masalah yang ada di PLTU Tidore Kepulauan, hanya saja SPN belum mendapatkan laporan pengaduan dari buruh.

" Kami sudah banyak mendapatkan informasi terkait PLTU namun saat itu belum ada laporan, dan Alhamdulilah, hari ini kami Serikat Pekerjaan Nasional (SPN) Maluku Utara mendapatkan laporan dari dua karyawan yang di PHK itu, sehingga kami menindaklanjuti terkait dengan informasi yang didapat ini," cetusnya.

Sofyan mengatakan, sejumlah perusahan yang berada di PLTU diduga tidak mengikuti undang-undang ketenagakerjaan dan tidak mengikuti undang-undang nomor 2 tahun 2004 tentang industrial.

" Karena didalam kedua undang-undang tersebut menjelaskan bahwa, setiap pekerja yang dikatakan legal, didalam perjanjian kontrak kerja itu harus ada tanda tangan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Tidore Kepulauan, namun yang ditemukan tidak maka karyawan tersebut dinyatakan ilegal," jelasnya.

Untuk itu, Sofyan berharap agar Dinas Ketenagakerjaan Kota Tidore Kepulauan bisa berperan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

" Jangan hanya duduk diam dan menikmati penindasan yang dialami oleh buruh/pekerja di Kota Tidore Kepulauan, jika masih saja Disnaker tidak menjalankan perintah Undang-Undang, maka kami Serikat Pekerja Nasional (SPN) Maluku Utara akan datang dan selalu siap ketika kaum buruh meminta," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga