HNSI Rekomendasikan Halsel Jadi Pusat Budidaya Perikanan di Malut

Foto: Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim

LABUHA - Ketua DPD HNSI Provinsi Maluku Utara Capt Ali Ibrahim , menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik selaku tuan rumah atas terlaksananya kegiatan rapat koordinasi terbatas sektor perikanan budidaya.

Selain itu dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wali Kota beserta rombongan yang telah berkenaan hadir pada rapat koordinasi terbatas sektor perikanan budidaya itu.

Kata Ali, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta km, yang memiliki keanekaragaman sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat besar.

Perikanan budidaya merupakan sektor yang pertumbuhannya masih dapat terus dipacu, mengingat pemanfaatan potensi yang ada masih rendah dibanding luas lahan yang tersedia, potensi lahan budidaya di Indonesia diperkirakan mencapai 17,7 Juta Ha, sedangkan total pemakaian baru mencapai 1.1 Juta Ha.

" Untuk potensi perikanan budidaya pada sektor perikanan budidaya air laut seperti ikan, kerang dan rumput laut seluas 8,3 juta Ha, sektor perikanan budidaya air payau atau tambak seluas 1,3 juta Ha, dan sektor perikanan budidaya air tawar seluas 2,2 juta Ha," kata Ali Ibrahim, selasa (24/8/2021).

Ali mencontohkan, Kota Tidore Kepulauan sebagai salah satu Daerah Kepulauan di Provinsi Maluku Utara telah mulai melirik potensi kelautan budidaya sebagai salah satu peluang untuk dikembangkan.

Dengan luas wilayah 287.509 Ha, yang terdiri dari 12 Pulau, 8 Kecamatan dan 89 Desa Kelurahan, Kota Tidore Kepulauan hendak mengembangkan pengelolaan perikanan budidaya sebagai salah satu sektor andalan yang cukup potensial dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.

" Produk perikanan menyediakan 54 persen dari seluruh protein hewani yang dikonsumsi masyarakat. Perikanan juga merupakan s7alah satu kontributor terbesar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung," ucap Ali yang merupakan Wali Kota Tidore Kepulauan dua periode.

Ali mengatakan, data BPS menunjukkan sektor perikanan di Indonesia memberikan pertumbuhan positif, naik 9,69 persen pada kuartal kedua 2021 meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. BPS merilis, nilai produk domestik bruto (PDB) Perikanan pada Triwulan || sebesar Rp 188 triliun atau 2,83 persen terhadap nilai PDB Nasional. Nilai PDB ini naik dibandingkan dengan Triwulan sebesar Rp109,9 triliun atau 2,77 persen terhadap nilai PDB Nasional.

" Selain capaian produksi perikanan tersebut, rapat koordinasi ini perlu juga menyoroti berbagai kendala dan kelemahan sektor perikanan budidaya untuk dikaji dan didiskusikan secara bersama," jelasnya.

Berdasarkan dokumen kajian strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan, yang disusun Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas Republik Indonesia, setidaknya terdapat 3 permasalahan dalam perikanan budidaya diantaranya Permasalahan pakan ikan, permasalahan penurunan kualitas lingkungan perairan dan permasalahan induk ikan dan udang yang telah dipastikan terbebas dari patogen tertentu, terutama virus.

Masalah pakan merupakan komponen tertinggi dalam struktur biaya operasi budidaya baik ikan maupun udang, dimana biaya pakan (feed cost) dapat mencapai 40-70% dari biaya operasi. Hal ini mengandung arti bahwa harga pakan sangat berperan dalam menentukan tinggi atau rendahnya biaya produksi ikan.

Untuk itu Ketua DPD HNSI Maluku Utara ini mengharapkan agar forum rapat koordinasi terbatas sektor perikanan budidaya ini menjadi langkah awal bagi upaya pengembangan potensi perikanan kita, yang diharapkan memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan, serta terjaminnya kelestarian sumber daya ikan di Maluku Utara.

" Saya mengharapkan kontribusi pemikiran yang cerdas dan cemerlang dari para Kepala Daerah bersama seluruh peserta rapat koordinasi ini, memberi solusi dan juga kontribusi untuk memastikan pengembangan perikanan," harapnya.

Ali juga menambahkan, forum rapat koordinasi terbatas sektor perikanan budidaya perlu dikembangkan lagi melalui forum diskusi terbuka bersama seluruh stakeholder.

" Dalam rapat ini HNSI Maluku Utara merekomendasikan bacan (Halsel) sebagai pusat budidaya perikanan di Maluku Utara," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga