Pembayaran Honor Tenaga Kesahatan Dahului APBD-P

Foto: Sekda Kota Tidore Ismail Dukomalamo

TIDORE – Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam waktu dekat akan melakukan pembayaran tunggakan terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) yang melakukan pelayanan Covid-19 pada tahun 2020 kemarin.

Pasalnya tunggakan insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tidore di tahun 2020 itu, terhitung selama tiga bulan terakhir, mulai dari bulan Oktober – Desember 2020.

Keterlambatan atas pembayaran tersebut dikarenakan Pemerintah Pusat dalam melakukan transfer dana yang bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk masuk ke kas daerah sudah memasuki akhir tahun. Sehingga dana tersebut tidak masuk dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021. Kendati demikian, persoalan ini akan diselesaikan dalam waktu dekat, dengan mendahului Perubahan APBD 2021.

“Saat ini Dana BOK sudah masuk di kas daerah dengan nilai sebesar Rp. 3,7 Miliar. Masuknya dana ini, kemudian kami telah menyurat ke DPRD untuk dilakukan pembayaran mendahaului Perubahan APBD, dan DPRD juga telah menyetujui hal itu, hanya saja karena pada saat rapat lalu datanya belum siap, sehingga kami diminta untuk kembali menyiapkan datanya, dan saat ini semuanya sudah siap,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Tidore, Ismail Dukomalamo saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (5/8/2021).

Ismail menjelaskan, kebijakan pembayaran tunggakan insentif tenaga kesehatan mendahului Perubahan APBD, karena waktu kerja bagi petugas kesehatan terus berjalan setiap hari. Olehnya itu, jika pembayarannya sudah dilakukan dalam waktu dekat, selanjutnya dana ini nantinya akan dimasukan dalam batang butuh APBD, pada saat dilakukannya perubahan APBD 2021.

“ Jika kita harus menunggu sampai dilakukan perubahan APBD, kemudian hasilnya baru bisa dibayarkan pada bulan Oktober maka itu akan memakan waktu yang cukup lama. Olehnya itu, kami telah bersepakat agar dibayarkan mendahului Perubahan APBD,” tambahnya.

Sekda mengaku jumlah tunggakan insentif tenaga kesehatan yang belum dibayarkan pada tahun 2020, sebanyak 227 orang dengan total nilai anggaran sebesar Rp. 1.483.571.419. “Pembayaran tunggakan mereka ini menggunakan dana BOK,” tuturnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga