Sekda Tidore Buka FGD KLHS

Foto: Sekertaris Daerah Ismail Dukomalamo membacakan sambutan Wali Kota pada Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Kota Tidore Kepulauan di Aula Nuku Kantor Walikota

TIDORE - Fokus Group Discussion (FGD) tentang kegiatan Kick Off dan Forum Kunsultasi Publik Kajian Lingkungan Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2021-2026 resmi di buka oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, di Aula Gedung Penginapan Visal Kelurahan Gamtufkange, Kecamatan Tidore, Rabu (4/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi pilihan utama dalam berbagai proses perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan, yang didalmnya terdapat tiga pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan yaitu Ekonomi, Lingkungan dan Sosial. Dalam kerangka pembguanan ketiga pilar ini juga dilengkapi dengan pilar hukum dan tata kelola kelembagaan.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) , mewajibkan pemerintah daerah membuat kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) untuk menjamin atau dijadikan prinsip-prinsip pembanguan berkelanjutan sebagai dasar dalam perencanaan dan pnyusunan, kebijakan, rencana dan program (KRP). Sehubungan dengan itu maka pelaksanaan Forum Kunsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis KLHS Kota Tidore Kepulauan Tahun 2021-2026 kali ini merupakan agenda strategis dalam rangka penyempurnaan, penajaman, penyelerasan, klrifikasi dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategis, arah kebijakan dan program untuk pembangunan daerah lima tahun yang telah dirumuskan kedalam rancangan (RPJMD).

" Saya juga menghimbau agar kegiatan FGD ini bisa diikuti dengan seksama dengan penuh keseriusan sehingga, dari Forum Kunsultasi Publik ini bisa mendapatkan masukan berharga untuk penyempurnaan penyusun dokumen RPJMD Kota Tidore Kepulauan yang pada akhirnya akan terwujud dokumen KLHS yang berkualitas serta bisa mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat yang kemudian dapat diimplementasikan guna menuju Tidore Jang Foloi, yang dicita-citakan," kata Ismail.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sjarif, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menjamin prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi dasar terintegrasi dalam proses pembangunan daerah, dan penyusun kebijakan, rencana serta program.

" Kegiatan ini juga menjadi dokumen terintegrasi kedalam rencana pembangunan dan menjadi syarat Penetapan Peraturan Daerah (PERDA) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai salah satu instrumen yang mengintegrasikan pertimbangan lingkungan pada tingkat pengambilan keputusan yang bersifat strategis," pungkasnya.

Tim penyusun KLHS pada kegiatan FGD ialah Ketua Pusat Kajian Perikanan dan Kelautan Selaku Koordinator Tim Pendamping/ Tenaga Ahli Penyusun LKHS RPJMD dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate dan peserta yang diundang sebanyak 35 orang yang terdiri dari Pimpinan Perangkat daerah Kota Tidore Kepulauan, Pimpinan Organisasi Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Akademisi, Pimpinan Dunia Usaha dan Filantropi.

Turut hadir Ketua Pusat Kajian Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate, Pimpinan OPD Kota Tidore Kepulauan, Pimpinan Organisasi Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Akademisi, Pimpinan Dunia Usaha dan Filantropi.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga