Banyak Yang Sembuh dari Covid, Tidore Masuk Zona Orange

Foto: Juru bicara Satgas Covid-19 Saiful Salim

TIDORE - Pusat data covid-19 Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan mencatat hanya di bulan Juli 2021, kasus terkonfirmasi positif di Kota Tidore Kepulauan mencapai angka yang terbilang sangat tinggi yakni 790 kasus dibandingkan pada bulan Juni hanya terdapat 20 kasus.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim, saat diconfirmasi wartawan media ini, Dia menyampaikan, angka sembuh di bulan Juli juga mencapai 61,7 % atau 488 orang, dan meninggal 26 org (3,2%), ini hanya untuk bulan Juli 2021.

" Untuk kasus secara komulatif dari April 2020 sampai 4 Agustus 2021 jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 1378 kasus, sembuh 1040 (75,5) dan meninggal 53 orang (3,8%) serta kasus aktif saat ini sebanyak 285 kasus, dari 285 kasus aktif 18 diantaranya menjalani isoalasi di rumah sakit 15 orang di rumah sakit daerah Tidore dan 3 orang di rumah sakit umum Sofifi, sedangkan yang menjalani isolasi mandiri di rumah sebanyak 267 orang," jelasnya.

Saiful bilang untuk Kota Tidore Kepulauan secara umum masuk dalam zonasi orange, namun untuk wilayah Kecamatan masih ada tiga (3) Kecamatan yang zonasi merah, diantarnya, Kecamatan Tidore,Tidore Selatan dan Tidore Utara, sedangkan Kecamatan Tidore Timur, Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan Oba zonasinya orange.

Status zonasi Kota Tidore secara umum saat ini adalah zona orange namun penyebaran kasus masih begitu tinggi dengan melihat masih banyaknya kasus terkonfirmasi positif aktif saat ini, untuk itu sangat diharapkan kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada, disipilin dan patuh dengan protokol kesehatan 5 M.

" Kita jangan lengah dimana disipilin memakai masker, disiplin mencuci tangan, disipilin menjaga jarak, disipilin hindari kerumunan dan disiplin membatasi mobilitas, serta yang paling terpenting saat ini adalah segera mengikuti program vaksinasi yang terus digencarkan guna membentuk kekebalan komunitas Herd Immunity," imbuhnya.

Ipul sapaannya juga mengatakan, Protokol kesehatan adalah salah upaya perlindungan eksternal, sementara vaksinasi adalah salah satu upaya perlindungan internal atau perlindungan dari dalam tubuh dimana dapat membentuk antibody atau kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

" Dua upaya pencegahan dan perlindungan ini harus berjalan bersamaan, sehingga kita bisa keluar dari pandemik ini, kita tidak bisa terfokus pada satu upaya saja. Saya kira kita butuh kerja sama semua pihak mengatasi pandemic, tidak bisa hanya mengharapkan unsur kesehatan saja, tapi keterlibatan semua sektor menjadi hal yang paling utama," tukasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga