Kota Tidore Krisis Perawat

Foto: Saiful Salim Ketua DPD PPNI Kota Tidore Kepulauan.

TIDORE - Melihat trend kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Tidore yang mengalami peningkatan yang sangat signifikan saat ini, hal ini membuat Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim angkat bicara.

Dirinyamerasa khawatir dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan khususnya Perawat di Kota Tidore Kepulauan saat ini," Kita dihantui dengan krisis perawat, untuk itu PPNI meminta agar Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui instansi teknis Dinas Kesehatan dan RSUD Tidore sebagai Badan Layanan Umun Daerah (BLUD) agar merekrut tambahan tenaga kontrak atau relawan khususnya perawat yang bertugas di RSD Tidore maupun Puskesmas di Kota Tidore Kepulauan," jelasnya, Sabtu (17/7/2021).

Dari data yang ada saat ini, Perawat yang bertugas di RSUD Tidore sebanyak 174 orang terbagi di semua ruangan perawatan yang ada di rumash sakit termasuk di Poliklinik dan manajemen, sementara jumlah tenaga perawat yang sudah terpapar covid-19 di bulan Juli ini sebanyak 82 orang, dan yang terbanyak adalah di RSUD Tidore yaitu 43 orang.

" Jika yang terkonfirmasi positif diistrahatkan ( isolasi mandiri) maka secara otomatis tenaga akan berkurang dengan durasi waktu kurang lebih 14 hari, belum lagi yang kontak erat dengan pasien positif atau sesama petugas yang positif, mereka jika mempunyai gejala akan menjalani isolasi mandiri juga, tentunya durasi kekurangan tenaga perawat bisa 2 - 3 bulan kedepan, kita juga tidak tahu kedepan berapa lagi perawat yang terpapar, ini yang akan menjadi masalah serius saat tenaga kesehatan banyak isolasi mandiri maka akan berdampak pada pelayanan yang tidak maksimal, sementara saat ini kasusnya terus meningkat, ruang isoalasi RSUD Tidore juga sudah penuh," tuturnya.

Untuk itu, DPD PPNI Kota Tidore Kepulauan berharap sebagai langkah antisipatif terhadap kekurangan tenaga perawat, maka solusinya harus direkrut tambahan tenaga kontrak atau relawan.

" Ada adik-adik kita yang baru selesai study keperawatan belum punya kerja tetap, mungkin kita bisa rekrut mereka. Saat ini DPD PPNI Kota Tidore mencatat jumlah tenaga perawat yang teregistrasi sebanyak 324 anggota, namun itu tersebar di 3 rumah sakit diantarnya, RSUD Tidore, RS Sofifi, RS Jiwa Sofifi, 10 Puskesmas dan Dinas Kesehatan,serta ada anggota perawat juga yang belum bekerja," pungkasnya.

Lebih lanjut Saiful mengatakan, dari semua fasilitas kesehatan yang ada saat ini perawat fokus pada pelayanan di masing-masing fasilitas kesehatannya, sehingga sulit untuk membantu di fasilitas kesehatan yang lain, RSUD Tidore terutama sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 menjadi fasilitas layanan kesehatan yang segera harus ada penambahan tenaga.

Selain itu, sebagai garda terdepan palayanan kesehatan pada masa pandemic ini, Tenaga Kesehatan pada umumnya harus dilindungi, Logistik terutama Alat Pelindung Diri (APD)," Agar tetap tersedia karena itulah benteng mereka, saat dibutuhkan tetap ada jangan sampai ada kekosongan, persedian logistik obat-obatan dan vitamin agar selalu tersedia, serta kesejahteraan juga harus diperhatikan," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga