Dinilai Menyalahi Aturan, PT. Intimkara Ditegur

Foto: Alat berat saat melakukan penggerukan matrial

TIDORE - Komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan dalam mengatasi masalah lingkungan, bukan saja sebatas wacana. Buktinya, setelah menerima aduan dari salah satu masyarakat di Kelurahan Payahe atas nama Fridol Sorowai terkait dengan aktifitas Galian C di Sungai Tayawi, yang berada di belakang Desa Koli, Kecamatan Oba, oleh oknum berinisial SA asal Kelurahan Payahe.

Atas masalah tersebut, membuat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sjarif kemudian mengambil langkah cepat untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Kecamatan Oba dan Kepala Desa Koli selaku pimpinan di wilayah tersebut untuk menindaklanjuti persoalan yang diadukan.

" Setelah aduannya kami terima, besoknya saya langsung hubungi Pak Camat dan Kepala Desa Koli untuk segera mengecek permasalahan tersebut, dan ternyata yang melakukan aktifitas diareal tersebut adalah PT. Intimkara, mereka menggunakan alat berat milik Goyoba (Muhammad Djabir Taha)," ungkapnya, saat diconfirmasi, Senin (21/6/2021).

Dari hasil koordinasi tersebut, Muhammad Sjarif lantas memerintahkan kepada Kepala Desa Koli agar segera membuat teguran tertulis kepada PT. Intimkara untuk segera menghentikan aktifitasnya. Hal itu bertujuan agar tidak melanggar aturan serta merusak lingkungan. Pasalnya ketika turun hujan dan terjadi banjir, maka sudah pasti warga disekitar nantinya akan terdampak. Olehnya itu, paling lambat surat teguran tertulis itu pada Selasa (22/6/2021) besok, sudah harus diterbitkan oleh Pemerintah Desa Koli, kemudian tembusannya disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore.

"Jika pasir dan kerikil itu diambil untuk kepentingan komersial maka tidak diperbolehkan, tetapi kalau untuk kepentingan pembangunan di Desa, maka kami ijinkan namun tidak boleh melebihi kapasitas. Jadi setelah kami cek, menurut Kades, pengambilan pasir disana karena untuk pembuatan jalan tani di Desa Koli," pungkasnya.

Sjarif memastikan bahwa persoalan tersebut akan dikawal oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore hingga tuntas, sebab baginya, aktifitas Galian C di belakang Desa Koli juga sudah sangat meresahkan warga, hal itu dikarenakan hasil pertanian milik warga harus terendam dan dibawa oleh banjir apabila musim hujan, sehingga sangat menganggu aktifitas petani Yang berkebun. " Kami tetap mengawal dan memproses masalah ini hingga selesai," tandasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga