Aktivitas Galian C di Sungai Tayawai Meresahkan Warga

Foto: Alat berat saat melakukan penggerukan matrial

TIDORE - Penggalian pasir dan kerikil di sungai Ake Tayawi Desa Koli Kecamatan Oba, tepatnya di belakang Mes Hijra, oleh oknum operator eksavaktor yang juga anak dari MDT salah satu kontrakor besar didaratan oba dan salah satu warga Payahe berinisial SA, diduga merupakan tindakan ilegal dan sangat meresahkan.

Fridol Sorowai salah satu warga Payahe yang Juga pemilik kebun pada Lokasi penggalian material tersebut, mengungkapkan pengambilan material yang dilakukan ini sudah kurang lebih satu bulan lamanya.

" Pengambilan material galian C yang saat ini dilakukan diduga merupakan aktivitas ilegal dan merugikan kami sebagai pemilik kebun karena disaat hujan dan banjir tiba, terjadilah longsor yang membuat tanaman kami dibawah hanyut oleh banjir," ungkapnya, Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, situasi ini terjadi karena lokasi di galian C berada pada area kebun miliknya. Dengan kejadian ini berharap agar bisa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kota Tidore, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menanggapi masalah tersebut, Muhammad Sjarif, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore, siap menerjunkan petugasnya untuk mengecek lokasi kejadian, untuk itu terkait dengan pengaduan dari Fridol ini akan segera ditindaklanjuti.

" Kami akan meregistrasi masalahnya, setelah itu dalam waktu dekat ini, saya akan menrunkan petugas untuk mengecek langsung lokasi disana, sekalian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Setelah itu baru kami akan sampaikan hasilnya seperti apa," tegasnya saat dihubungi melalui telephone.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga