Warek III Universitas Nuku Sebut Studi Banding DPRD ke Morotai Belum Terlalu Penting

Foto: Wakil Rektor Universitas Nuku Yusuf Kamis

TIDORE - Ditengah pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman buat masyarakat. Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan memilih jalan-jalan keluar daerah dalam rangka studi banding (stuband) di Kabupaten Pulau Morotai.

Berdasarkan Rundown Kegiatan Kunjungan Kerja dan Study Banding DPRD Kota Tidore Kepulauan di Kabupaten Pulau Morotai, melalui Bagian Protokol Sekretariat Pemda Pulau Morotai menjelaskan Agenda itu akan berlangsung selama tiga hari. Kehadiran mereka di Kabupaten Pulau Morotai untuk mempelajari bagaimana kesuksesan Pemerintah Morotai dalam meningkatkan kualitas pelayanan Tol Laut, Pendidikan dan Kesehatan.

Perjalanan Anggota DPRD ke Pulau Morotai ini menghabiskan anggaran daerah yang bersumber dari APBD Tahun 2021 senilai Rp. 289.981.700. Dengan rincian, tiga orang Pimpinan DPRD masing-masing dijatahi per orang Senilai Rp. 10.528.000. Untuk para anggota sebanyak 22 orang masing-masing dibiayai senilai Rp. 10.210.000. Untuk pendimping sebanyak 6 orang, diantaranya Sekwan senilai Rp. 9.710.000, Kepala Bagian Persidangan senilai Rp. 6.473.600. Dan 4 orang staf masing-masing senilai Rp. 5.870.000.

Sikap DPRD Kota Tidore ini, lantas mendapat sorotan dari Wakil Rektor III Universitas Nuku Yusuf Kamis, dia mengatakan seharusnya dalam situasi pandemi seperti ini DPRD lebih bijak dalam memikirkan kondisi keuangan daerah. Sehingga DPRD benar-benar fokus menyelesaikan problem daerah yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Mengingat Kota Tidore Kepulauan sendiri telah melakukan refocusing anggaran yang begitu besar untuk penanganan Covid-19, sehingga sudah pasti membutuhkan pengawasan dari DPRD.

" Bagi saya stuband yang dilakukan DPRD ini belum terlau penting, apalagi dengan menghabiskan anggaran yang begitu besar. Padahal jika hal itu dianggap penting, maka DPRD bisa saja memanfaatkan tekhonologi untuk melakukan Kunjungan Kerja atau Stuban melalui Virtual, sehingga tidak terlalu boros anggaran," ujarnya saat ditemui sejumlah media, Rabu (16/6/2021) di Djoung Cafe.

Sementara terkait dengan Agenda DPRD yang berkaitan dengan persoalan Pendidikan, Warek lantas mempertanyakan apa masalahnya di Tidore sehingga DPRD kemudian melakukan stuband di Morotai. Untuk itu ia meminta alasan dari DPRD atas kunjungan tersebut.

" DPRD harus bisa menjelaskan alasan mereka terkait dengan masalah pendidikan di Tidore, sehingga membuat mereka harus berkunjung ke Morotai, ini yang harus dijelaskan oleh DPRD," pungkasnya.

Sementara terkait dengan masalah kesehatan, kata Warek, DPRD seharusnya lebih memperhatikan lebih dalam akan permasalahan yang dialami, bukan malah melakukan stuban di Morotai yang menurut saya itu hanya menghabiskan anggaran daerah.

" Kalau soal tol laut kenapa tidak kita tunggu saja hasil kajian dari Kementerian atau Dinas terkait, kan DPRD bisa saja memanggil Dinas terkait untuk mempertanyakan masalah yang dialami sehingga bisa dicarikan solusi bersama, bukan pergi meminta penjelasan di Instansi lain, yang secara administrasi berada di luar Kota Tidore Kepulauan," tambahnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga