Sarif dan Halil Gaungkan Pilkades Damai

Foto bersama Saris S.Kalabo dan Halil Sabtu

TIDORE - Untuk mewujudkan kualitas demokrasi, dalam rangka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tanggal 26 Juni 2021 mendatang.

Dua kandidat dari Desa Garojou, Kecamatan Oba Utara, yakni Sarif S. Kalabo dan Halil Sabtu berkomitmen untuk mengusung politik damai di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, dengan mewujudkan politik damai, maka sudah tentu dapat meredam konstelasi politik yang kian memanas, sehingga tidak ada konflik atau perpecahan di tengah-tengah masyarakat dalam membangun Desa Garojou kedepannya.

" Politik damai ini perlu diwujudkan karena kita yang tinggal di Garojou semuanya adalah saudara. Jadi saya mengajak kepada semua masyarakat agar tetap menjaga situasi dan kondisi jelang pilkades ini hingga berakhir dengan aman," ungkap Sarif saat dikonfirmasi melalui telephone, Minggu (13/6/2021).

Hal senada juga disampaikan Halil Sabtu, ia mengatakan perbedaan pilihan dalam wilayah politik merupakan suatu hal yang lumrah, namun perbedaan itu tidak boleh dipandang sebagai permusuhan, melainkan teman debat atau teman berpikir untuk kemajuan Desa Garojou.

" Saya meyakini semua masyarakat Garojou ini sangat mencintai perubahan, jadi saya menghimbau agar tidak perlu kita saling menjatuhkan, soal siapa yang terpilih itu adalah takdir yang sudah digariskan tuhan. Tugas kita adalah menyelesaikan pesta demokrasi ini dengan aman, tertib dan lancar," jelasnya.

Lebih lanjut, Halil yang merupakan kandidat petahana itu mengaku, setiap warga masyarakat yang tinggal di Desa Garojou, semuanya wajib diperhatikan tanpa harus memandang Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (Sara). Karena mereka juga termasuk warga Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan baik dari Pemerintah. Untuk itu, jika terpilih ia berjanji tidak akan membeda-bedakan antara pendatang maupun bukan.

Sebab bagi Halil, jika mereka yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga di Desa Garojou, maka itu semua adalah warganya, yang telah ikut berpartisipasi dalam memajukan pembangunan di Desa Garojou, dan Kota Tidore Kepulauan pada umumnya.

" Setiap tahun Desa mengelola Anggaran yang bersumber dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa itu juga dilihat dari Jumlah penduduk yang diambil dari KTP warga. Itu artinya, Negara telah mengakui mereka sebagai Warga Garojou, bukan lagi pendatang. Olehnya itu, Saya tidak mau kita harus membeda-bedakan antara pendatang dan bukan pendatang. Sebab kita ini Indonesia, dan Garojou termasuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.

Untuk memajukan Desa Garojou kedepan, Halil juga berkomitmen akan merangkul lawan politiknya untuk duduk bersama dan berpikir atas kemajuan Desa Garojou, pasalnya Garojou harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh. Sehingga ia tetap memandang lawan politiknya hari ini, adalah teman berpikirnya dalam mensukseskan pesta demokrasi di Desa Garojou.

" Ais itu sudah saya anggap seperti adik sendiri, dan semua warga Garojou ini saya anggap adalah keluarga, jadi buat apa kita harus bersitegang hanya karena perbedaan pilihan, sementara kita diberi ruang yang sama untuk memajukan Desa ini," tambahnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga