Terobosan DLH Tidore Dapat Dukungan Berbagai Kalangan

Foto bersama usai diskusi bacarita lingkungan

TIDORE - Terobosan baru yang dilakukan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sjarif dalam membangun komitmen sadar lingkungan melalui Bacarita Lingkungan dengan slogan Garaki Rasai yang artinya Gerak dan Aksi Peduli, Ramah Lingkungan, Bersih, Asri, dan Lestari.

Mendapat dukungan penuh dari PDIP Kota Tidore Kepulauan, melalui Ketuanya Ahmad Laiman, Dia menegaskan bahwa sebagai partai pengusung Pemerintahan Aman Jilid II, ia bakal membackup setiap kegiatan yang dilakukan oleh DLH Kota Tidore Kepulauan apabila hal itu bersifat positif untuk masyarakat dan Kota Tidore Kepulauan.

Bahkan diapun menekankan bahwa dalam menjaga lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan tidak perlu takut dan khawatir terhadap tekanan atau kepentingan kekuasaan, pasalnya PDIP dari tingkat nasional sampai ke daerah juga telah berkomitmen untuk menjaga lingkungan, olehnya itu apabila terdapat pembangunan yang dapat mengancam lingkungan maka sudah sepatutnya DLH Kota Tidore bisa bersikap tegas.

" Saya berharap Kadis-kadis yang lain bisa mencontohkan apa yang dilakukan oleh Kepala DLH Kota Tidore, karena dengan cara berdiskusi seperti ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa," ungkapnya dalam acara Bacarita Lingkungan yang digagas DLH Kota Tidore, Rabu (9/6/3021) di depan Kantor DLH Tidore itu sendiri.

Senada disampaikan Malik Muhammad, Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, ia mengapresiasi kemampuan Muhammad Sjarif dalam memimpin DLH Tidore. Karena pasca pelantikan, sebagai Kepala DLH Tidore, dirinya kemudian melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD, dan saat ini ia kembali membuka forum bacarita lingkungan untuk menyatukan gagasan, serta meminta kritik, saran dan pendapat dari berbagai kelompok intelektual untuk kemajuan Tidore.

Malik juga mengaku bahwa Muhammad Syarif adalah orang yang sangat tepat memimpin DLH Kota Tidore, karena hanya beliau yang merupakan satu-satunya orang Tidore yang memiliki Sertifikat Pengawasan Lingkungan.

" Saya berharap semangat ini tidak berhenti sampai disini, melainkan bisa diaplikasikan melalui tindakan. Persoalan lingkungan di Tidore ini tidak lain adalah sampah dan banjir, kedua persoalan ini dipengaruhi oleh belum sadarnya masyarakat dalam merawat lingkungan. Kedepam saya berharap DLH Tidore dalam membuat Kajian Lingkungan untuk kepentingan Perda RPJMD itu tidak harus copy paste, melainkan benar-benar fokus pada permasalahan di Tidore," tambah Ratna Namsa Wakil Ketua II DPRD Kota Tidore yang turut hadir pada forum tersebut.

Diksesmpatan tersebut, juga disampaikan Wakil Rektor Universitas Nuku, Yusuf Kamis, ia menyarankan agar persoalan lingkungan ini, tidak hanya disikapi berkaitan dengan penanganan Sampah, melainkan juga harus dikonsentrasikan pada persoalan pencemaran udara, dan laut. Agar tidak berdampak terhadap masyarakat. Sehingga membutuhkan Grand Design untuk menjadikan Kota Hijau.

Diakhir kesempatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Muhammad Sjarif mengatakan bahwa yang menjadi perhatiannya kedepan akan menuntaskan persoalan sampah yang hari ini masih menjadi substansi persoalan di kalangan masyarakat.

Sehingga kedepan persoalan lingkungan yang berkaitan dengan persampahan ini akan disulat untuk memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan daerah. Karena sejauh ini, dengan adanya pengelolaan sampah oleh masyarakat di Tomalou sudah bisa memberikan kontribusi terhadap daerah sebesar Rp. 500 Ribu rupiah pertahun.

"Kami berharap kerja-kerja kolaborasi ini terus kita tingkatkan, sebab kolaborasi merupakan solusi dalam menyelesaikan masalah. Dan untuk kedepan, kami akan jadikan Tomalou dan agurabati sebagai pilog projek untuk bisa dijadikan contoh bagi pemuda dan masyarakat di kelurahan lainnya," tegasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga