Tak Mau Anak-anaknya Bodoh, Warga Mare Gam Minta Dinas Pendidikan Perhatikan Kekosongan Guru

Foto: Poster sebagai bentuk protes warga Desa Mare Gam kepada Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Masyarakat Desa Mare Gam menuntut Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan agar dapat memperhatikan masalah kekosongan guru yang berada di SMP Negeri 15 di Desa Mare Gam, Kecamatan Tidore Selatan.

Pasalnya, hingga saat ini ada sekitar lima mata pelajaran yang tidak memiliki Guru, diantaranya Guru Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PPKN dan Pra Karya.

" Bagaimana anak-anak kami bisa cerdas kalau tidak ada guru yang mengajar, kami menuntut hal ini karena kami tidak ingin kedepan anak-anak kami ini jadi bodoh. Anehnya lagi, ketika tidak ada guru yang mengajar soal beberapa mata pelajaran itu, pihak sekolah malah melakukan semester," kesal Hatta Hamzah salah satu Pemuda Desa Mare Gam saat dikonfirmasi media ini melalui telephone, Rabu (9/6/2021).

Hatta mengaku, kekosongan Guru ini sudah berlangsung sejak tahun ajaran 2019/2020. namun karena kekosongan tersebut, kemudian diisi Guru Honor yang diambil dari putra daerah Desa Mare Gam, hanya saja Guru Honor ini telah diberhentikan. Selain adanya kekosongan Guru, permasalahan di SMP 15 Desa Mare Gam juga berkaitan dengan proses belajar mengajar yang kerap tidak tepat pada waktunya.

" Para guru yang mengajar di sini (SMP 15) itu terkadang datang jam 8 atau jam 9, dan jam 11 itu mereka sudah pulang bahkan kepala sekolahnya saja banyak masyarakat yang tidak kenal. Padahal sebagai ASN mereka harus lebih disiplin dan siap ditempatkan dimana saja," tandasnya.

Ia menyarankan, jika kekosongan Guru ini kemudian diisi oleh tenaga honor, maka alangkah baiknya diambil Putra/Putri Desa Mare Gam yang juga memiliki kemampuan untuk mengajar, karena di Desa Mare Gam juga memiliki SDM yang berkaitan dengan tenaga Guru. Namun jika tidak, maka harus diisi oleh Guru yang ASN.

" Kami juga meminta agar para guru ini bisa tinggal disini (Mare Gam), karena disini juga ada rumah dinas sebanyak dua unit yang tidak terisi," pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore, Zainudin Umasangaji kemudian menjelaskan terkait dengan kekosongan guru ini, pihaknya juga sudah menyiapkan tenaga Guru yang berstatus ASN untuk ditempatkan disana.

" Di sekolah itu ada yang namanya Guru serumpun, jadi misalnya ketika ada kekosongan Guru, maka Guru yang memiliki kualifikasi yang sama bisa mengajar dua sampai tiga mata pelajaran, sembari menunggu adanya guru baru. Namun tekhnisnya itu berada di Kepala Sekolah, dan saat ini kami juga sudah menyiapkan Guru ASN untuk mengisi kekosongan itu," terangnya.

Sementara soal kekosongan Guru terhadap beberapa mata pelajaran kemudian tetap dilakukan Semester, kata Zainudin hal itu merupakan persoalan tekhnis dari Sekolah bersangkutan. Meski begitu, Zainudin berjanji akan mengevaluasi keberadaan Guru yang mengajar di Desa Mare Gam, beserta akan memberikan teguran kepada Kepala Sekolah untuk lebih menertibkan lagi soal jam belajar.

" Soal mereka ini mau tinggal dimana saja tidak masalah, asalkan bisa memenuhi kewajiban sebagai seorang Guru untuk datang mengajar. Jadi soal bagaimana mengisi rumah dinas di mare gam ini akan saya tindaklanjuti," tegasnya.

Ketika disentil mengenai perekrutan tenaga honor untuk Putra/Putri Desa Mare Gam, Zainudin belum dapat memastikan akan melakukan hal tersebut, pasalnya di tahun 2021 ini, juga dilakukan seleksi P3K untuk tenaga Guru honor sebanyak 298. Sehingga mereka ini yang nantinya akan mengisi kekosongan Guru di setiap sekolah sesuai dengan kebutuhan.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga