Pelabuhan Fery Galala Akan Ditutup

Daud Muhammad Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore saat diwawancarai

TIDORE - Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan bakal menutup akses transportasi Pelabuhan Fery Galala Kecamatan Oba Utara pada tanggal 9 Juni 2024.

Ditutupnya pelabuhan tersebut karena dalam waktu dekat akan dilakukan rehabilitasi pada bagian Trestle Pelabuhan Fery Galala. Sehingga untuk sementara, aktifitas Pelabuhan Fery Galala akan dialihkan ke Pelabuhan Fery di Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat dan Pelabuhan Gita Kecamatan Oba, Kota Tidore.

" Ini sudah ke empat kalinya kita melakukan rapat setelah sebelumnya dilakukan rapat di Balai Perhubungan Darat Kota Ternate, dan hasilnya telah disepakati bahwa pada tanggal 9 Juni atau hari Rabu depan, itu Pelabuhan sudah akan ditutup guna dilakukan pekerjaan Rehabilitasi. Karena ditanggal 9 itu juga sudah akan dilakukan pekerjaan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore, Daud Muhammad saat ditemui di ruang kerja, Kamis, (3/5/2021).

Olehnya itu, untuk jadwal trayek dari Pelabuhan Fery Dowora (Tidore) ke Sidangoli maupun ke Gita, beserta Pelabuhan Fery Ternate ke Sidangoli maupun Gita, jadwalnya akan diatur kembali oleh pihak Balai. Meski begitu, Daud telah mengusulkan agar pelayanan di Pelabuhan Gita dapat ditingkatkan sehingga bisa memperlancar pelayanan.

"Jadwalnya akan disesuaikan oleh pihak balai. Namun saat ini, aktifitas pelabuhan Fery Dowora itu satu minggu tiga kali, yakni di hari Senin, Selasa dan Rabu. Sementara untuk Ternate - Sidangoli akan dilakukan setiap hari," jelasnya.

Sedangkan Untuk waktu pekerjaan pelabuhan Fery Galala, Daud menargetkan akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Pasalnya, di bulan Oktober mendatang, Pelabuhan Fery Galala sudah harus diaktifkan dalam rangka menyambut pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tingkat Nasional yang berpusat di Sofifi.

" Pekerjaan Rehabilitasi pada bagian Trestle Fery Galala ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Senilai Rp. 1,8 Miliar," tuturnya.

Selain membicarakan soal pengalihan Aktifitas Pelabuhan Galala ke Sidangoli dan Gita. Dalam rapat yang dipusatkan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Tidore itu, juga membahas terkait dengan Rencana Pembuatan Plencengan Darurat Pelabuhan Darko di Sofifi dengan menggunakan Batang kelapa.

Hanya saja, kata Daud menurut Teknisi, bahwa plencengan yang dibuat sementara dengan batang kelapa, maka kecil harapannya dalam melakukan pemuatan. Untuk itu, solusinya akan dimasukan Kapal Swasta Perindo 3, yang randomnya turun melalui samping.

"Kita upayakan Kapal Perindo 3 ini juga bisa masuk dan melayani kebutuhan masyarakat Sofifi," tambahnya.

Sekedar diketahui, hadir pada rapat yang digelar di Dinas Perhubungan Kota Tidore, diantaranya Dinas Provinsi Maluku Utara, Balai Perhubungan dan Transportasi Darat Provinsi Maluku Utara, KSOP Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Kantor UPP Kelas III Soasio, Kawilker Pelabuhan Sofifi, Kasatpel Pelabuhan Penyebrangan Sofifi, PPK Kegiatan Rehabilitasi Faspel Galala dan Dowora, PPTK Kegiatan Rehabilitasi Faspel Galala dan Dowora, GM. PT ASDP Cabang Ternate, GM. PT ALP Cabang Ternate, Direktur CV. Salero Malige, dan Direktur CV. Citra Mandiri.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga