Pemkot Tidore Siap Atasi Banjir di Dusun Toburo

Foto: Suasana pertemuan antara pemilik lahan dengan tim teknis Pemkot Tidore Kepulauan

TIDORE - Untuk mencegah kembali terjadinya banjir di Dusun Toburo Kecamatan Oba Utara, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tidore Kepulauan melakukan pertemuan dengan Iskandar Abdul Latif pemilik lahan yang rencananya akan dibebaskan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Pertemuan ketiga instansi teknis Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dengan Iskandar tersebut berlangsung di Desa Aketobatu Kecamatan Oba Tengah yang dimediasi oleh Camat Oba Tengah Rudi Ipeain.

Dalam pertemuan tersebut Iskandar Abdul Latif mengaku siap membebaskan lahannya untuk dilakukan normalisasi. Hanya saja Iskandar meminta untuk lahan miliknya yang dibebaskan tersebut harus keseluruhannya yang seluas satu (1) hektare.

" Saya siap untuk bebaskan lahan itu, tapi lahan yang dibebaskan harus seluas 1 hektare, kalau hanya potong tengah nanti saya bicarakan ulang dengan orang tua (mama) saya," kata Iskandar, Senin (17/5/2021).

Pasalnya, lahan milik Iskandar sudah kurang lebih dua (2) tahun lamanya terus dilakukan negosiasi oleh pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk dilakukan normalisasi hanya saja ada beberapa kendala.

Foto: Tim Teknis Pemkot Tidore saat meninjau lokasi terjadinya banjir

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Muslihin mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman bisa membayar lahan tersebut sesuai dengan NJOP, serta Peraturan Walikota.

" Kami siap membayar lahan itu sesuai dengan NJOP dan Perwali, karena itu berdasarkan aturan main Pemerintah, namun terkait harus dibebaskan seluas 1 hektare nanti dilaporkan dulu kepada Walikota," pungkasnya.

Selain itu, kata Muslihin, pada Rabu (19/5/2021) Tim Teknis dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan bersama dengan pemilik lahan untuk melakukan survei lokasi terkait dengan titik-titik yang akan dilakukan normalisasi serta beberapa laporan dari masyarakat adanya longsor yang juga menjadi penyebab meluapnya air.

" Nanti kita lakukan survei lokasi dulu, kalau sudah tahu titik-titik mana saja yang dilakukan normalisasi, setelah itu baru Dinas PU mulai kerja," pungkasnya.

Senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ade Soleman, kata Ade, dirinya berencana untuk melakukan penggerukan hingga ke tepi pantai, sehingga air yang keluar nanti bisa searah dan langsung ke laut.

" Kalau pembebasan lahannya sudah oke, alat kami sudah mulai action. Saya rencana potong (keruk) tengah sampai ke pantai disana," tuturnya.

Sebelumnya, lokasi jalan lintas halmahera pada Dusun Tobaru beberapa waktu lalu viral di media sosial (facebook) lantaran badan jalan digenangi air sepanjang lutut orang dewasa.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga