Wali Kota Tidore Terima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI

Foto: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyerahkan sertifikat Eliminasi Malari Kepada Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim

TIDORE - Kota Tidore Kepulauan satu-satunya pemerintah kota di wilayah Indonesia Timur yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) 2021.

Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim menerima langsung sertifikat eliminasi malaria itu dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Peringatan Hari Malaria Sedunia 2021 oleh Kemenkes RI, di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Capt. Ali Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pemberian gelar Kota Tidore eliminasi malaria.

“ Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan eliminasi malaria, artinya di Tidore kepulauan itu sekarang kosong alias zero malaria. Ini satu prestasi yang luar biasa,” kata Capt. Ali Ibrahim.

Menurut Capt. Ali Ibrahim, capaian ini satu prestasi yang luar biasa karena berkat kerja keras antara pemerintah, jajaran dinas kesehatan, tenaga profesi, masyarakat serta juga dukungan anggaran dari DPRD.

Sehingga program-program kesehatan ini diprioritaskan, karena visi dan misi wali kota bersama wakilnya pada periode kedua adalah peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini salah satu bukti dalam program kesehatan telah tercapai.

“ Malaria dengan satatus kosong, insya allah kedepan stunting di kota Tidore akan kita tekan sampai kisaran 5 sampai 3 persen dari sekarang 7 persen. Sedangkan secara nasional 17 persen,” ujarnya.

Untuk itu, Wali Kota dua periode ini mengajak masyarakat agar melaporkan kepada pemerintah jika ada warga sekitar yang terkena malaria maupun stunting. Sebab, menurut Capt. Ali Ibrahim hal itu jauh lebih efektif dalam mendeteksi dini malaria dan stunting.

“ Mari kita kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dan sinergi dengan petugas kami yang di lapangan sehingga malaria dipertahankan dengan status kosong, serta stunting yang sekarang 7 persen akan menurun hingga 5 sampai 3 persen,” harapnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat Tidore Kepulauan maupun yang berkunjung ke Tidore, bilamana merasa sakit malaria segera laporkan kepada perawat atau dokter setempat sehingga bisa mengantisipasinya.

Wali Kota menegaskan, dengan diberikannya penghargaan sebagai kota eliminasi malaria ini adalah suatu tantangan tersendiri bagi dirinya dan juga Pemerintah Kota Tidore. Untuk itu, Capt. Ali Ibrahim mengajak kepada SKPD dan juga DPRD untuk bersama-sama pertahankan status kosong malaria dan target 5 hingga 3 persen stunting tercapai.

“ Saya mengajak semua pihak, mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mempertahankan status kosong malaria dan stunting. Dukungan dari DPRD dalam hal anggaran sangat dibutuhkan, karena ini betul-betul bekerja full untuk kepentingan kesehatan masyarakat kita ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Tidore kepulauan dr. Abdullah Maradjabessy mengatakan Kabupaten/Kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria harus memperhatikan 11 indikator dengan 3 indikator utama sebagai syarat mutlak.

“ Kabupaten/Kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria harus melalui tahapan self assesment atau menilai diri sendiri tentang kesiapannya untuk mendapatkan penilaian Tim Assesment dengan memperhatikan 11 indikator yang harus dipenuhi, dengan 3 indikator utama sebagai syarat mutlak,” katanya.

Tiga (3) indikator syarat mutlak tersebut adalah pertama Annual Parasite Incidence kurang dari 1 per 1000 penduduk, kedua Slide Positive Rate kurang dari 5 %, ketiga tidak ada kasus indigenous.

“ Tiga indikator tersebut harus dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut. Alhamdulillah Kota Tidore memenuhi syarat tersebut dan mampu pertahankan selama 3 tahun. Sehinga tahun 2021 ini Tidore berhasil mendapatkan sertifikat eliminasi malaria dari Kemenkes RI,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2021 ini, terdapat sebanyak 12 Kabupaten/Kota yang berhasil mendapatkan sertifikat eliminasi malaria dari Kemenkes RI.

Adapun deretan Kabupaten/Kota tersebut adalah Kota Tidore kepulauan Maluku Utara, Lubuklinggau Sumatera Selatan, Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Minahasa Utara Sulawesi Utara, Banggai Laut Sulawesi Tengah, Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, Manggarai NTT, Manggarai Timur NTT, Bolaang Mangondow Sulawesi Utara, Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, Kupang NTT, dan Singkawang Kalimantan Barat.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga