Upah Timbunan RTH Belum Dibayar, Organda Dum Truck Minta Gubernur Malut Bersikap

Foto: Lutfi Abdullah Sekertaris Organda Dum Truck Sofifi

SOFIFI - Sebanyak 80 orang sopir armada dum truck yang tergabung dalam Organda Sofifi Kecamatan Oba Utara mengeluh terkait dengan upah kerja timbunan paket pekerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dikerjakan oleh PT. Diasz Multi Jaya bertempat di bundaran km 40 Kelurahan Sofifi tak kunjung dibayar.

Pasalnya, pekerjaan timbunan yang dikerjakan sejak bulan Oktober 2020 lalu hingga April 2021 ini dengan jumlah timbunan yang di angkut sebanyak 5000 dum itu belum ada satupun yang dibayar. Hal ini diungkapkan oleh Sekeretaris Organda dum truck Sofifi M.Lutfi Abdullah saat ditemui media ini, pada Sabtu (24/5/2021).

Lutfi mengatakan pekerjaaan timbunan denga sistem putus kontrak ini belum bisa dilanjutkan lantaran upah pekerjaan awal belum juga dibayar," Jadi pekerjaan ini masih ada tahap lanjutan dan sementara ini masih di tahan karena upah kerja kami belum di bayar oleh pihak perusahan," kata Lutfi Abdullah.

Lutfi menegaskan bahwa, dalam waktu dekat jika tidak ada solusi dan perkembangan soal pembayaran upah kerja dum truck dari pihak kontraktor, maka Organda dum truck akan mendatangi Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengambil sikap tegas sehingga persoalan ini cepat diselesaikan

" Kami akan mendatangi Gubernur Maluku Utara untuk segera mengambil sikap tegas terhadap pihak terkait sehingga persoalan ini cepat terselesaikan, jadi persoalan ini kami dari Organda bersikap akan memboikot pekerjaan lanjutan RTH hingga upah sopir dibayarkan, karena organda ini adalah mitra kerja pemerintah oleh karena itu jangan dianggap remeh Organda," tegasnya.

Penulis: Anto
Editor: Dano

Baca Juga