Dugaan Korupsi DD Dan ADD Paratina Masuk Babak Baru, HMI Minta Inspektorat Tegas

Kantor Inspektorak Kepulauan Sula || foto: Arifin Drakel

SANANA - Dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Paratina senilai Rp. 260 juta yang menyeret nama mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat, kini memasuki babak baru. Dimana sebelumnya Inspektorat telah memanggil mantan Penjabat dan mantan Bendahara Desa Paratina untuk diminta keterangan.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula Kamaluddin Umasangadji saat ditemui media ini, menegaskan, sesuai hasil pemeriksaan mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat mengakui memerintahkan keponakannya Erna Aufat yang saat itu masih berstatus Bendahara Desa untuk merubah dokumen APBDes, dimana anggaran air bersih yang dianggarkan senilai Rp. 260 juta berubah menjadi 160 juta.

" Mantan Penjabat Kades Paratina Orbo Aufat akui rubah APBDes, padahal dia sudah mantan Kades, sudah rubah baru tidak bisa bangun," ungkap Inspektur Inspektorat Kepsul, Kamaluddin Umasangadji.

Kamaluddin menambahkan, mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat dan Mantan Bendahara Desa Erna Aufat harus bertanggungjawab atas tidak terlaksananya item pekerjaan air bersih yang dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2020," Dorang harus bertanggung jawab, kenapa air bersih tidak bisa kerja" tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, meminta kepada Lembaga Audit Internal Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula agar segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Paratina tahun 2020 yang sementara berada dimeja Inspektorat.

Hal tersebut diungkapkan Sekeretaris Umum HMI Cabang Sanana Faujan Tidore kepada jarita.id,"  Inspektorat harus tegas dalam menyelesaikan kasus dugaan Korupsi DD dan ADD Paratina tahun 2020," desaknya.

Penulis: Arifin
Editor: Dano

Baca Juga