Diduga Sunat DD, Mantan Penjabat Kades Paratina Diperiksa Berjam-jam

Kantor Inspektorak Kepulauan Sula || foto: Arifin Drakel

SANANA - Dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) yang menyeret nama mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat mulai mencuat.

Pasalnya, mantan penjabat Kepala desa Paratina Orbo Aufat diperiksa selama kurang lebih 6 jam di Kantor Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Selasa (30/3/2021).

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan selain mantan Penjabat Kepala Desa Orbo Aufat, turut diperiksa mantan Bendahara Desa Paratina Erna Aufat yang tak lain keponakan mantan penjabat Kepala Desa Orbo Aufat, selain itu Pj Kepala desa Paratina Rasid Gay juga diperiksa.

Usai diperiksa, Penjabat Kepala Desa Abdul Rasid Gay, saat diwawancarai membenarkan, dirinya dipanggil terkait program air bersih yang dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2020 yang belum  terlaksana, kemudian perubahan APBDes yang dirubah Kaur Keuangan (Bendahara Desa) Erna Aufat tanpa sepengetahuan warga dan Aparat Desa setempat," Iya saya juga diperiksa terkait kegiatan 2020 yang belum terlaksana," jelasnya.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula Kamaluddin Umasangadji kepada wartawan mengakui mantan penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat dan mantan Bendahara Desa Erna Aufat serta penjabat Kepala Desa Paratina Abdul Rasid Gay sudah diperiksa terkait kegiatan air bersih menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2020 tapi tidak jalan.

Dikatakannya, ulah mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat sangat merugikan masyarakat. Apalagi program air bersih tidak dilaksanakan, parahnya lagi Dokumen APBDes ikut dirubah tanpa sepengetahuan warga dan pemerintah desa setempat.

" Kami pada prinsipnya tetap profesional, mantan Penjabat Kepala Desa Paratina Orbo Aufat harus bertanggungjawab, selesaikan pekerjaan. Sebab semua akan ada konsekuensinya," ungkap Inspektur Inspektorat Kepsul Kamaluddin Umasangadji.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga