Duta Besar Spanyol Kunjungi Kadaton Kesultanan Tidore

Foto bersama

TIDORE - Setelah 500 Tahun yang lalu, kini Replika Kapal Juan Sebastian Elcano berlabuh di depan Perairan Tidore, ini merupakan simbol kerjasama yang tidak ada akhirnya, hal ini dibuktikan juga ketika Duta Besar Spanyol  bersama rombongan berkunjung ke Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (28/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Spanyol Jose Maria Matres Manso menyampaikan  terima kasih atas penyambutan yang luar biasa kepada Pemerintah Kota Tidore dan Kesultanan Tidore yang telah menerima dengan sangat baik selama berada di Kota Tidor karena baginya Kehadiran Walikota dan Sultan merupakan pokok penting untuk membangun kembali kerjasama yang sudah ada sejak 500 Tahun lalu.

Jose Maria juga mengatakan bahwa dengan membawa Delegasi yang besar ini menunjukan betapa sangat serius untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Tidore dan Kesultanan Tidore, karena kerjasama ini bukan ketidaksengajaan akan tetapi sudah terjadi sejak 500 Tahun yang lalu, " Sehingga pada kesempatan ini kami datang ke Tidore untuk merayakan hubungan kerjasama yang telah terjadi sudah cukup lama." kata Jose.

Jose juga menambahkan bahwa sudah saatnya dua Negara ini sejajar dalam membangun kerjasama yang baik untuk dijalankan karena apa yang dilakukan pada 500 Tahun yang lalu merupakan sesuatu yang harus kita teruskan kedepan.

Sementara itu, Sultan Tidore yang mewakili Jou Mayor Iskandar Alting dalam sambutannya mengatakan dalam kondisi yang teduh tenang ini atas nama Sultan Tidore mengucapkan selamat datang para Duta Besar dan para Delegasi   di Kedaton Kesultanan Tidore, pada hari ini juga kami menyambut gembira seperti apa yang disambut pada saat Juan Sebastian Elcano datang di Tidore pada zaman itu " Kami sangat yakin bahwa ini bukan suatu kebetulan tapi ini sudah merupakan ketetapan dari Allah SWT bahwa suatu saat nanti akan terjadi pengulangan sejarah setelah 500 Tahun yang lalu." kata Jou Mayor.

Lebih Dia mengatakan, kita patut bersyukur mengucapkan terima kasih atas jasa besar seorang jurnalis muda berkebangsaan Italia Antonio Piggafeta yang mempunyai kemampuan 500 Tahun yang lalu untuk mencatat segala sesuatu yang terjadi di dalam perjalanan Magelhaens," Andaikan saja pada saat itu tidak tercatat, maka saya yakin dan percaya bahwa hari ini kita tidak akan berkumpul disini dan tidak ada satupun yang tahu sejarah yang terjadi." tutur Iskandar.

Iskandar Juga menambahkan pada zaman itu Indonesia belum ada, yang ada hanya Kesultanan Tidore dengan gembira menyambut Juan Sebastian Elcano di Negeri ini,  " Dimana adalah titik yang  menjadi salah satu temuan bahwa Bumi itu bulat, ketika Portugis berlayar dari Timur kemudian Spanyol mengawali dari Barat dan bertemulah di Tidore." tutup Iskandar.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan bingkisan dari Rombongan Duta Besar Spanyol sebagai rasa terima kasih terhadap Kesultanan Tidore. Duta Besar Spanyol bersama rombongan juga melakukan prosesi makan saro yang dihidangkan oleh pihak kesultanan Tidore.

Prosesi makan saro ini seperti tradisi yang terus dilakukan oleh Kesultanan Tidore dengan menjamu makanan-makanan khas Tidore yang hanya dihidangkan pada saat-saat tertentu saja seperti Srikaya, Nasi Jaha, Ugi Ake, Tela Jagung dan lain-lain.

Usai pertemuan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Benteng Tahula untuk pengguntingan pita sebagai simbol peresmian prasasti Benteng Tahula yang merupakan salah satu peninggalan Spanyol.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga