Mantan Juragan Kapal Kayu Angkat Bicara Soal Waktu Berlayar Yang Dibatasi

Muhammad Sinen Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Motoris kapal kayu mengeluhkan aktivitas berlayar untuk mengangkut penumpang dari Bastiong - Rum yang dibatasi oleh KSOP Ternate hanya sampai pada pukul 18:00 Wit.

Selain dikeluhkan oleh motoris, hal itu juga dirasakan oleh penumpang yang membawa sepada motor. Akibatnya, pengguna jasa (penumpang) kapal kayu dari Kota Tidore Kepulauan yang membawa sepeda motor ke Kota Ternate harus berburu waktu untuk pulang, jika tidak sepada motor yang dibawa harus ditinggalkan.

Pembatasan waktu berlayar oleh KSOP Ternate itu mendapat sorotan dari Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen.

Mantan juragan kapal kayu ini saat diconfirmasi menilai bahwa aturan yang dikeluarkan oleh KSOP Ternate ini bisa mematikan pendapatan para motoris kapal kayu dan menggangu pelayanan umum.

Menurutnya, jasa pelayanan umum terganggu jika aturan yang dibuat sepihak," Aturan inikan dibuat oleh manusia, yang pastinya bisa dirubah. Ini bukan Al-quran yang tidak bisa dirubah," kata Muhammad Sinen, Senin (22/3/2021).

Wawali mengatakan, tujuan adanya pemerintah salah satunya adalah terkait dengan pelayanan umum kepada masyarakat. Untuk dirinya menyarakan agar KSOP Ternate bisa mengkaji kembali terkait dengan batasan waktu berlayar bagi kapal kayu.

" Kase stop pelayanan inikan termasuk membatasi aktivitas masyarakat, coba dipikirkan kembali dari sisi kemanusiaan," ungkapnya.

Dia menambahkan, aktivitas masyarakat dari Kota Tidore Kepulauan ke Kota Ternate tidak hanya sampai pada pukul 18:00 Wit (jam 6 sore), melainkan melebihi dari waktu yang ditentukan itu.

" Nanti kita (Pemkot) akan menyurat secara resmi ke KSOP Ternate untuk membicarakan hal itu," tuturnya.(*)

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga