Lima ASN di Tidore Terancam Dipecat

Muhammad Sinen Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Akibat  meninggalkan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), 5 (lima) ASN yang bertugas di Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan terancam dipecat.

Pemecatan terhadap 5 (lima) orang ASN ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dihadapan masyarakat Oba Selatan saat menggelar syukuran di Desa Lifofa. 5 (lima) orang ASN tersebut diketahui sudah menjalankan sidang kode etik sebagai abdi negara.

" Saya pastikan 5 (lima) orang ASN ini akan dipecat, pemecatan ini bukan karena persoalan perbedaan politik akan tetapi kelima orang ASN ini tidak pernah berkantor," ungakap Wakil Wali Kota Tidore, Senin (22/3/2021).

Muhammad Sinen menjelaskan, pemecatan terhadap Aparatur Sipil Negera (ASN) itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53, jika dalam setahun tidak berkantor," ASN ini kan terikat dengan aturan sebagai mana dicantumkan dalam PP 53, kalau dalam setahuntidak masuk Kantor itu dipecat," tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat Oba Selatan agar sama-sama dengan pemerintah ota untuk mengawal dan memperhatikan setiap sekolah maupun Kecamatan, guna untuk memastikan kehadiran guru-guru dan ASN saat jam kantor.

" Kalau kita tidak masuk kantor dan tidak mau melayani masyarakat terus terima gaji dalam setiap bulan itu sama saja kita makan gaji haram, apalagi sekarang ini diluar Guru ini ASN dapat TPP, tetapi TTP itu tergantung dari kehadiran dari ASN. Jadi yang rajin berkantor terima ful, tetapi dalam satu bulan masuknya hanya tiga kali TPPnya harus dipotong,". tegasnya.

Wawali juga menegaskan kepada Camat Oba Selatan, jika ada ASN atau guru yang malas berkantor, harus layangkan surat pemanggilan/teguran agar ini menjadi dasar terhadap BKPSDM untuk melakukan proses kode etik.

" Saya dan Pak Wali Kota tidak segan-segan mengambil kebijakan, terserah kalian mau marah silahkan saja akan tetapi jadi PNS itu sudah telah berjanji, ya jadi ASN yang melanggar aturan tetap terima resiko, yang penting apa yang kami laksanakan ini karena ada kesalahan," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga