Izin Jual Pasir di Lokasi PT. Sanatova Disoal

Muhammad Naoval Adam || Foto: Istimewah

TIDORE - Pemberian izin untuk usaha jual beli pasir batu dilokasi penambangan PT.Sanatova Anugerah kepada Hadi Marajabessy disoalkan.

Apalagi, dalam pengelolaan usaha jual beli pasir batu itu. Direktur PT. Sanatova Anugerah Harry, juga menyebutkan nama mantan juru bicara salah satu Paslon pada Pilkada 2020 kemarin, yang diduga terlibat dalam bisnis jual pasir batu dilokasi PT. Sanatova Anugerah.

Pada pemberitaan media ini sebelumnya, Direktur PT.Sanatova Anugerah Harry mengaku menyetujui usaha jual beli pasir dilokasi penambangan PT. Sanatova yang dikelola oleh Hadi Marajabessy.

" Dapat persetujuan dari Sanatova, tapi belum ada kegiatan apapun untuk usaha batu pasir dilokasi kami apalagi penjualan," kata Harry via pesan WhatsApp belum lama ini, Kamis (18/3/2021).

Pemberian izin oleh PT. Sanatova Anugerah mendapat tanggapan dari salah satu masyarakat Kota Tidore Kepulauan M.Naoval Adam.

M.Naoval Adam saat diconfirmasi mengatakan, pemberian izin oleh PT.Sanatova Anugerah kepada Hadi Marajebessy untuk bisnis jual beli pasir batu tersebut boleh saja selaku pemegang saham.

Namun menurutnya, Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.Sanatova Anugerah hanya pada mendulang logam emas, tidak pada usaha jual pasir batu.

" Jadi pemberian izin oleh PT. Sanatova itu boleh saja, tapi Pak Hadi juga harus mengurus izin galian C, karena IUP PT.Sanatova bukan galian C melainkan tambang emas, agar bisa dipertanggungjawabkan kalau terjadi apa-apa," kata M.Naoval Adam.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga