Manfaatkan Kegiatan Vaksin, Ketua Perindo Minta Muhammad Hi.Fatah Dievaluasi

Abubakar Nurdin Ketua Perindo Kota Tidore Kepulauan || Foto: Istimewah

TIDORE - Sikap tidak terpuji yang ditunjukan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Hi. Fatah yang memanfaatkan kegiatan sosialisasi vaksin covid-19 dengan agenda reses di Desa Kosa, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.

Menuai kecaman keras dari Ketua DPD Partai Perindo Kota Tidore Kepulauan, Abubakar Nurdin. Menurutnya Muhammad Hi. Fatah yang berkapasitas sebagai Anggota DPRD Kota Tidore ini seharusnya mampu menjadikan kegiatan reses sebagai forum silaturrahim dalam menjaring aspirasi rakyat. Bukan malah memanfaatkan anggaran reses yang dibiayai melalui APBD. Dan menjadikan kegiatan reses hanya sebatas formalitas untuk keperluan dokumentasi.

" Kosa itu basisnya Partai Perindo, kalau ada Anggota DPRD yang ingin melakukan reses disana seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Bukan malah membohongi rakyat lalu mengambil dokumentasi sebagai pertanggungjawaban pasca reses," pungkasnya, Minggu (14/3/2021).

Abubakar bilang, berdasarkan informasi yang dia peroleh dari masyarakat setempat. Kegiatan reses yang dilakukan Muhammad Hi. Fatah sangat jauh dari harapam, dimana dia tidak melakukan reses di tengah-tengah masyarakat Desa Kosa, malah memanfaatkan kegiatan sosialisasi vaksin-19 untuk kepentingannya sendiri.

"Jadi setelah kegiatan sosialisasi vaksin, dia (Muhammad Hi. Fatah) kemudian pasang spanduk yang bertuliskan Reses Anggota DPRD Kota Tidore, setelah itu diambil dokumentasi lalu pergi, tanpa melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menyampaikan maksud dan tujuannya," ujarnya.

Sikap Muhammad Hi. Fatah ini, membuat Abubakar menilai bahwa dia telah melempari kotoran di wajah ketua PKB Tidore Murad Polisiri yang getol mengkritisi kebijakan Pemerintah Daerah. Sebab, secara internal Murad yang begitu kuat menyerang Pemerintah Daerah, namun tidak mampu membina kader partainya sendiri, sehingga terkesan begitu mudah membohongi rakyat melalui kegiatan reses yang dilakukan sebatas formalitas.

" Ini contoh yang sangat tidak baik dilakukan oleh Muhammad Hi. Fatah, seharusnya dia tidak memanfaatkan kegiatan orang lain untuk dijadikan kegiatan reses, lagipula jika dia bersungguh-sungguh melakukan reses maka masyarakat juga sudah pasti akan senang karena dikunjungi oleh Wakil Rakyat yang telah mereka pilih," ujarnya.

Untuk itu, Aka sapaan akrab Abubakar Nurdin ini meminta kepada Ketua PKB Tidore agar segera mengevaluasi Muhammad Hi. Fatah, serta mendesak DPRD Kota Tidore melalui Badan Kehormatan untuk memberikan sanksi kepada Politisi PKB itu, karena dianggap tidak serious dalam memanfaatkan anggaran daerah untuk keperluan reses.

Terpisah Ketua DPC PKB Tidore, Murad Polisiri saat diconfirmasi mengaku belum mengetahui pasti akan persoalan tersebut, kendati demikian ia berjanji akan memanggil Muhammad Hi. Fatah untuk dimintai klarifikasi.

" Saya juga belum tau masalahnya seperti apa. Tetapi, saya akan panggil dia untuk dimintai klarifikasi. Kalau untuk saat ini kami belum bisa bersikap, insya allah di hari Rabu kalau sudah selesai reses, yang bersangkutan akan saya panggil untuk minta klarifikasi secara internal," tandasnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Muhammad Hi. Fatah kemudian angkat bicara, menurutnya agenda reses yang dilakukan dirinya di Wilayah Oba itu hanya terdapat di dua titik, diantaranya Desa Lola Kecamatan Oba Tengah, dan Desa Sagutora Kecamatan Oba Selatan. Untuk di Desa Kosa ia hanya sebatas melakukan blusukan. Meskipun begitu, dia mengaku bahwa dalam agenda blusukan itu, memang tidak dilakukan pertemuan dengan masyarakat, tetapi berbagi usulan program telah ia kantongi yang sumbernya dari Pemerintah Desa Kosa.

" Waktu itu saya sudah berkoordinasi dengan Kades, jadi selesai kegiatan sosialisasi Vaksin oleh Puskesmas Payahe, kemudian saya minta ijin untuk didokumentasi, dan disetujui oleh Pak Kades. Jadi persoalan ini hanya mis komunikasi antara saya dengan anak-anak mahasiswa, namun sudah diselesaikan dan mereka juga sudah minta maaf," jelasnya.

Sementara terkait dengan Program yang diusulkan oleh Pemerintah Desa Kosa dengan harapan dapat ditindaklanjuti melalui agenda reses dan dibiayai lewat APBD, kata Muhammad, diantaranya Peningkatan Jalan Pekuburan sepanjang 550 Meter, Jalan tanah ke jalan Aspal di RT 01 sepanjang 300 Meter, untuk sektor pendidikan, diantaranya Perumahan SMP 25 Tidore, Pagar Belakang SMP 25 Tidore sepanjang 550 Meter, Pagar Keliling Polindes Desa Kosa, dan Rumah Baca usulan dari Mahasiswa Desa Kosa.

" Saya tidak lagi melakukan pertemuan karena datanya sudah saya ambil dari pemerintah desa, lagipula musrembang desa ini juga tidak semua program yang bisa dibiayai menggunakan Dana Desa, sehingga mereka (Pemdes) berharap agar persoalan ini dapat ditindaklanjuti melalui APBD," tambahnya.

Terpisah, Kepala Bagian Keuangan DPRD Tidore, M. Gufran Marsaoly saat diconfirmasi mengenai Anggaran Reses, dia mengatakan bahwa Anggaran Reses dibagi berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk itu bagi Anggota DPRD Dapil I Kecamatan Tidore dan Timur Timur yang berjumlah 8 orang, masing-masing dibiayai senilai Rp. 2.420.000, sehingga totalnya mencapai Rp. 19.360.000.

Sedangkan untuk 10 orang Anggota DPRD Dapil II Wilayah Oba, masing-masing dibiayai senilai Rp. 7.370.000, total anggaran 73.700.000. Dan untuk Dapil III Kecamatan Tidore Selatan dan Tidore Utara, dengan jumlah Anggota DPRD sebanyak 7 orang, masing-masing dibiayai senilai Rp. 2.170.000, total anggaran untuk 7 orang senilai Rp. 15.190.000.

" Untuk pendamping dari sekretariat DPRD, di Dapil I itu ada 16 orang, masing-masing dibiayai senilai Rp. 1.670.000, untuk Dapil II terdapat 21 pendamping, masing-masing senilai Rp. 6.620.000. Dan untuk Dapil III pendampinya sebanyak 14 orang, masing-masing 1.420.000," jelasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga