Vidoe Viral Karyawan PT. NHM Dikecam, Aktivis Buruh Dukung Langka Haji Robert

Yanto Yunus Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya || Foto: Istimewah

TERNATE - Vidoe viral dua karyawan PT. NHM yang mengaku bahwa lamaran kerja dibuang, mendapat tanggapan dari Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya, Suares Anto Yunus,

Anto yang juga sebagai aktivis buruh Maluku Utara ini mengatakan, pelangaran moral belum tentu pelanggaran hukum, dan pelanggaran hukum sudah pasti pelanggaran moral.

Kata Anto, jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh kedua sejoli karyawan (magang) PT. NHM tersebut sampai membuat publik geram (khusus para pencari kerja), hal tersebut telah memperlihatkan bentuk pelanggaran moral.

Sekalipun hanya canda, tapi ternyata tak mengundang tawa," Keputusan untuk memberhentikan mereka berdua adalah keputusan yang tepat, sekalipun bukan keputusan yang benar," kata Anto, Kamis (11/3/2021).

Lanjut dia, sebab, memberhentikan seorang pekerja/karyawan haruslah dapat dikualifikasi perbuatan tersebut tidak saja melanggar moral. Tapi juga melanggar PP, PK, PKB atau UU Ketenagakerjaan tentunya," Memang begitu domain hukum ketenagakerjaan bekerja," ucapnya.

Selain itu, Anto juga mengapresiasi sikap Haji Robert Nitiyudo selaku Presdir PT. NHM yang memberhentikan dua karyawan magang yang diketahui bernama Prili dan Dandy.

"Apapun tindakanmu sebagai pemegang saham PT. NHM, bagi saya anda telah menunjukan sikap responsibility sebagai perwujudan karakter good corporate governance," tukasnya.

Anto menambahkan, hal tersebut dapat dibenarkan secara teoritik, yang dikenal dengan teori, stewardship theory.

"Teori ini dibangun di atas asumsi filosofi mengenai sifat manusia dalam suatu perusahaan. Yakni manusia pada hakikatnya dapat dipercaya, mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab, memiliki integritas dan kejujuran terhadap pihak lain dalam bekerja," ungkap Anto.

Menurutnya, hal itu yang tidak terlihat kepada kedua karyawan PT. NHM. Amanah yang telah diberikan oleh Haji Robert Nitiyudo haruslah dapat dijalankan dengan baik.

" Saya rasa, kalau pun di NHM berkas lamaran buruh dibuang, apa mungkin di IWIP juga begitu?. Entahlah.Terpenting, memberhentikan mereka berdua, sesungguhnya tidak saja memperlihatkan sikap perusahaan yang menjunjung tinggi legal justice dan sosial justice. Tetapi juga juga moral jusctic," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga