BRI Soasio Siapkan Tim Investigasi, Rustam: Usut Tuntas Jangan Ulur Waktu

Bank BRI Cabang Soasio Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Bank BRI Cabang Soasio Kota Tidore Kepulauan rupanya sudah memiliki tim investigasi untuk membongkar dalang dari kasus bocornya informasi nasabah, sehingga nama Bank BRI terseret masuk dalam daftar gugatan Paslon SALAMAT ke Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Salah satu pegawai Bank BRI Cabang Soasio yang diketahui bernama Khoiri saat disambangi media ini mengaku bahwa saat ini pihak Bank BRI sudah memiliki tim investigasi untuk mengungkap dalang dibalik bocor informasi nasabah ke Paslon SALAMAT.

" Kami sudah punya LO (Liaison officer) atau tim investigasi soal itu," kata Khoiri saat ditemui di Kantor Bank BRI Cabang Soasio, Selasa (2/3/2021).

Namun demikian, kata Khoiri dirinya tidak bisa memberikan keterangan lantaran hanya sebagai bawahan," Maaf pak, saya tidak punya kewenangan memberikan keterangan, saya lanjutkan pekerjaan saya dulu," tukasnya.

Saat wartawan media ini menanyakan keberadaan pimpinan cabang Bank BRI Soasio, guna untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut terkait kasus yang menyeret nama Bank BRI. Namun kata Khoiri, pimpinan cabang Bank BRI sedang mengambil cuti.

" Saat ini pimpinan cabang sedang mengambil cuti, saya tidak bisa kasih nomor telephone beliau" ucapnya sembari melanjutkan tanda tangan beberapa dokumen.

Terpisah Tim Hukum Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, Rustam Ismail saat dikonfirmasi mengatakan, informasi nasabah yang seharusnya menjadi rahasia Bank kenapa harus bisa bocor keluar, hingga masuk ke sengketa Pilkada.

" Rahasia nasabah itu bisa dibuka kecuali di minta oleh perpajakan penyidik dan pengadilan, selain dari itu bank tidak bisa membuka informasi yang menyangkut dengan nasabah," kata Rustam Ismail.

Rustam menambahkan, tim investigasi milik Bank BRI secepatnya menggungkap dalang (oknum) yang diduga orang dalam Bank BRI yang dengan sengajah membocorkan informasi nasabah ke Paslon SALAMAT.

" Saya berharap tim investigasi milik BRI bisa bergerak cepat membongkar dalang dibalik bocornya informasi nasabah, sebelum kami ambil langkah hukum," tegasnya.

Untuk itu Rustam mengatakan, tim investigasi yang sudah dibentuk oleh Bank BRI Cabang Soasio tidak mengulur-ulur waktu, sehingga kasus ini secepatnya diselesaikan karena itu menyangkut nama baik Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan.

" Saya minta kejadian seperti ini tidak lagi terjadi, karena soal etika dan konsekuensi hukumnya berat kalau yang membocorkannya adalah orang Bank BRI," tegasnya.

Pihak BRI Cabang Soasio Kota Tidore Kepulauan, hingga saat ini belum juga melakukan klarifikasi terkait dugaan membocorkan adanya transaksi pencairan dana desa (DD) yang dilakukan sejumlah Kepala Desa pada tahun 2020 yang diduga digunakan untuk kepentingan politik sebagaimana materi gugatan calon Wali kota dan Wakil Wali kota Tidore Kepulauan Nomor Urut 3, Salahudin Adrias – Muhammad Djabir Taha (SALAMAT) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penulis: Daffa
Editor: Dano

Baca Juga