Berharap Tidore Selatan jadi Pusat Pendidikan Tinggi, Muhlis Ingat Pemda Tidore Soal Filosofi Ruba Fola Ifa

Muhlis Malagapi

TIDORE - Guna untuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) serta pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kota Tidore Kepulauan, Muchlis Malagapi meminta kepada Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan untuk dapat menjadikan Kecamatan Tidore Selatan sebagai pusat pendidikan tinggi.

Pasalnya, di wilayah tersebut sudah sepatutnya didesaign sebagai tempat interaksi sosial dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tidore. Olehnya itu, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan yang berada di Kelurahan Tongowai sudah harus dialihkan ke pusat Kota, dan berdekatan dengan Kantor Walikota Tidore Kepulauan.

" Bangunan Gedung milik Universitas Nuku di Kelurahan Gamtufkange saat ini merupakan Kantor DPRD peninggalan Halmahera Tengah, Pemerintah harus berani mengambil langkah untuk membicarakan dengan pihak Universitas agar dilakukan tukar guling kepentingan pengalihan gedung, jadi Universitas Nuku nantinya pakai Gedung DPRD di Tidore Selatan, sementara DPRD menggunakan bangunan Universitas Nuku saat ini," ungkapnya, Senin (22/2/2021).

Muchlis menilai, posisi Kecamatan Tidore Selatan dijadikan sebagai pusat Pengembangan Pendidikan Tinggi dikarenakan pada wilayah tersebut saat ini sudah terdapat bangunan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Guarabati beserta Akbid Gatrabuana. Selain itu, jika Kecamatan Tidore Selatan mampu dijadikan sebagai pusat pendidikan, maka secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat karena disitu juga akan bertumbuh usaha-usaha kecil dan menengah.

" Selain pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, juga memiliki nilai estetika dalam penataan ruang, namun jika kantor DPRD tetap di sana (Tongowai) maka sudah pasti nilai estetikaya tidak ada sama sekali. Selain itu masyarakat juga tidak mendapatkan manfaat apa-apa," pungkasnya.

Selain membicarakan soal pengalihan Gedung DPRD Tidore Kepulauan yang nanti bertukar dengan Gedung Universitas Nuku, kebijakan tersebut juga dipandang sebagai sebuah tindaklanjut dari wasiat leluhur atas keberadaan anak cucu. Dimana harus meletakkan pembangunan berdasarkan filosofi ruba fola ifa, ma buku raha gosimo gia ma Ace, ngofa se dano na linga se dodagi.

Ulis sapaan akrab Muchlis Malagapi ini juga menyentil terkait dengan keberadaan STIMIK Tidore Mandiri, ia menyarankan agar pemerintah sudah harus memikirkan untuk menempatkan STMIK di Kecamatan Tidore Selatan. Sehingga di wilayah tersebut benar-benar menjadi pusat pengembangan pendidikan Tinggi di Kota Tidore Kepulauan.

" Perencanaan mengenai tata ruang sudah harus diatur dengan baik, sehingga kita bisa melihat dengan jelas kawasan pemerintahan, pendidikan maupun perdagangan," paparnya.

Penulis: Daffa
Editor: Red

Baca Juga