Narkoba Musuh Bersama, BNN Tidore Kampanyekan ‘ War On Drugs ‘

Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan AKBP. Busranto Abdul Latif

TIDORE - Dalam rangka membangun kesadaran bersama untuk mencegah adanya penyebaran Narkoba di Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tidore Kepulauan AKBP. Busranto Abdul Latif mengharapkan adanya kerjasama dari semua pihak untuk gencar melakukan sosialisasi guna terciptanya kesadaran bersama dalam mencegah penggunaan maupun peredaran narkoba.

Pasalnya, Narkoba selain merupakan obat terlarang, juga berefek buruk bagi masa depan generasi, olehnya itu ia menghimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menjauhi narkoba.

"Soal pencegahan Narkoba ini, Pers juga berperan sangat penting, karena melalui informasi yang ditulis melalui media, tentu akan diketahui oleh banyak orang. Untuk itu kami berharap sinergitas Pers dan BNN Kota Tidore Kepulauan dapat diperkuat sehingga mampu memberikan edukasi terhadap publik atas bahaya penyalahgunaan Narkoba," ungkapnya saat ditemui media ini di kantornya, Selasa (9/2/2021).

Busranto bilang, pada tahun 2021 ini, dengan adanya kepala BNN Republik Indonesia yang baru yakni Petrus R. Golose, telah mengeluarkan kebijakan umum dengan tagar "War On Drugs" yang artinya Perang Melawan Narkoba. Kebijakan ini diharapkan seluruh jajaran BNN di Indonesia dapat mengkampanyekan perang terhadap Narkoba dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapan kami, agar kalangan Pers juga ikut mengkampanyekan tagar ini (War On Drugs), agar selalu terdengar dan terlihat oleh publik sehingga diharapkan bisa menekan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, terutama di Kota Tidore Kepulauan," tuturnya.

Selain mengharapkan adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, AKBP. Busranto juga mengaku bahwa dalam upaya pencegahan, pada tahun 2020 kemarin, pihaknya telah melakukan sosialisasi sebanyak 77 kali, dengan melibatkan berbagai kalangan yang berjumlah sebanyak 8.809 orang, baik dari Pelajar, Mahasiswa, Pelaku Usaha Penginapan, Pelaku Usaha Rumah Makan, Komunitas Bentor, Ojek, Sopir, Instansi Pemerintahan (SKPD Pemkota Tikep, Kelurahan dan Instansi Vertikal seperti Kodim, Rutan dan Pelabuhan Laut) beserta masyarakat (Ibu-Ibu PKK, Majelis Taklim dan Dharma wanita).

Selain sosialisasi di berbagai kalangan, pihaknya juga menggelar sejumlah kegiatan untuk bersosialisasi, seperti Talk Show, Insert Konten, Pemanfaatan Media Cetak, Branding pada sarana publik, pemasangan baliho, pergelaran seni, pemanfaatan media sosial (Facebook dan Instagram).

"Untuk kegiatan pergelaran seni ini kami lakukan di Kawasan Pantai Tugulufa tahun kemarin, hal ini untuk menarik perhatian kaum milenial untuk ikut berperan aktif mencegah bahaya Narkoba," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa pada tahun 2020 kemarin, BNN Kota Tidore Kepulauan telah mengeluarkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN) sebanyak 85 orang, dan melakukan pelayanan rawat jalan penyalahgunaan Narkoba sebanyak 5 orang, yang rata-rata berusia remaja dan sebagian besarnya penyalahgunaan lem (Zat Adiktif) dan Ganja, dan pada tahun 2021 ini juga terdapat sebanyak 5 orang yang menyalahgunakan obat-obatan (Dextro).

"Di tahun 2020 kemarin juga kami telah melakukan pelayanan asessmen terpadu terhadap 4 orang penyalahgunaan hasil tangkapan dari Polres Tidore yang sedang menjalani proses hukum," tambahnya.

Penulis: Daffa
Editor: Red

Baca Juga