BUMD Aman Mandiri Stop Produksi Minyak Atsiri

Jafar Hayatuddin Direktur Umum BUMD Aman Mandiri

TIDORE - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aman Mandiri Kota Tidore Kepulauan mengalami kerugian sebesar 10 juta pada tahun 2018 lalu. Kerugian yang dialami oleh BUMD Aman Mandiri ini saat melakukan uji coba pengolahan minyak atsiri.

Hal ini diakui oleh Direktur Umum BUMD Aman Mandiri Jafar Hayatuddin saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, BUMD Aman Mandiri sudah melakukan uji coba pembuatan minyak atsiri sebanyak dua kali dengan menggunakan mesin penyulingan minyak atsiri dari bantuan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Kata Jafar, minyak atsiri sebelumnya dikerjakan oleh Koperasi Tubuleu Jaya Mandiri yang berlokasi di Kelurahan Gurabati Kecamatan Tidore Selatan, namun pihak Koperasi mengalami kendala dengan permintaan pasar sehingga dilakukan kerjasama dengan BUMD Aman Mandiri.

" Pihak koperasi mengalami kendala, sehingga dilakukan kerjasama dengan BUMD Aman Mandiri," ungkap Jafar.

Mesin penyulingan minyak atsiri di lokasi gudang sembako BUMD Aman Mandiri

Lanjut Jafar, dari hasil uji coba pembuatan minyak atsiri dengan menggunakan buah pala dan cengkeh yang dibeli oleh BUMD Aman Mandiri ini tidak mencapai kualitas sesuai dengan permintaan pasar. Dimana BUMD Aman Mandiri hanya mencapai kualitas minyak diatas 6 persen.

" Permintaan pasar itu kualitas minyak harus 10 milistisi, tapi dari hasil uji coba itu tidak capai 10 milistisi, dari situ kita mulai terkendala pasar. Karena kualitas minyak tidak capai," ucapnya.

Alhasil, hingga saat ini produksi minyak atsiri oleh BUMD Aman Mandiri sudah diberhentikan sejak tahun 2018 lantaran mengalami kerugian. Padahal, semangat awal produksi minyak atsiri khas Tidore selain dijadikan sebagai obat, juga untuk menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tidore Kepulauan.

" Dari 2018 itu sudah tidak jalan (produksi) lagi hingga saat ini, dan bahan - bahannya itu dari hasil bumi yang di beli oleh BUMD Aman Mandiri," tutupnya.

Untuk diketahui mesin penyulingan minyak atsiri merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2017 dan saat ini mesin tersebut sudah berada di lokasi gudang sembako milik BUMD Aman Mandiri.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga