Pemkot Tidore Siap Penuhi Kebutuhan PT IWIP

Imran Jasin Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Guna untuk menjawab kebutuhan yang diperlukan oleh PT. IWIP Kabupaten Halmahera Tengah di sektor pertanian berupa sayur mayur dan barito, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan siap bersinergi untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memanfaatkan para petani yang ada di Kota Tidore Kepulauan untuk menyediakan stok yang dibutuhkan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Imran Jasin saat ditemui awak media di ruang kerjanya. Dia mengatakan kerjasama yang nantinya dilakukan oleh Pemkot Tidore Kepulauan ini selain hasil pertanian juga hasil tangkapan ikan. Namun khusus untuk di sektor pertanian terdapat sejumlah komoditi yang nantinya akan disiapkan. Seperti Pisang, Ubi, Bawang, Rica, Tomat, dan sayur-sayuran.

"Saat ini kami sedang fokus pada ketersediaan stok yang nantinya akan di ambil dari petani di Kota Tidore Kepulauan yang tersebar di 8 Kecamatan, jadi kedepan para petani ini sudah tidak lagi kesulitan dalam memasarkan hasil panennya," ungkapnya, Selasa (2/2/2021).

Imran menambahkan bahwa jika Petani sudah siap digerakkan untuk menyiapkan stok yang dibutuhkan, maka akan diambil secara langsung oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Aman Mandiri, sebagai penyuplai hasil produksi pertanian ke PT. IWIP.

" Hasil yang ditanam petani nanti akan diambil oleh Perusda sekaligus langsung melakukan transaksi (bayar) di tempat, jadi soal distribusi hasil pertanian ini akan dibantu oleh Penyuluh Pertanian di setiap Kecamatan, sementara auntuk Perusda mereka sebagai penyuplai, jadi hasil pertanian setelah dibeli dari petani Perusda langsung antar ke PT. IWIP," tuturnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Tim Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan akan mengunjungi PT. IWIP guna membicarakan terkait dengan tindaklanjut kerjasama tersebut, sekaligus memastikan volume kebutuhan yang nantinya disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam seminggu atau sebulan.

" Setelah kita menyiapkan drafnya, kita akan melakukan pertemuan dengan mereka untuk membicarakan soal komoditi-komoditi apa saja yang akan disiapkan, beserta berapa ton yang nantinya dibutuhkan, jadi kerjasama ini selain pada sektor pertanian juga pada sektor kelautan," jelasnya.

Lebih lanjut, Imran menegaskan bahwa untuk menjawab ketersedian pangan di Kota Tidore Kepulauan, pihaknya akan melakukan strategi bercocok tanam secara bergiliran dengan beragam variasi jenis tanaman. Sehingga dengan begitu dalam sekali panen tidak dilakukan secara serentak, melainkan secara berkelompok sebagaimana yang dibutuhkan PT. IWIP maupun masyarakat di Tidore.

"Sejauh ini sudah ada beberapa petani yang menjual hasil pertaniannya ke PT. IWIP, namun karena tidak terorganisir sehingga kebutuhannya kadang tidak mencukupi, olehnya itu hal ini kemudian dibijaki oleh Pemerintah Daerah untuk mengorganisir para petani guna menjawab kebutuhan yang ada di PT. IWIP," tandasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga