Pemuda Pancasila Minta Polsek Ternate Selatan Seriusi Kasus Pemerkosaan

Faisal I. Doa Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan meminta kepada Polsek Ternate Selatan agar serius menangani kasus kekerasan seksual terhadap 2 orang anak perempuan dibawa umur yang dilakukan oleh 7 orang pelaku secara bergilir disalah satu kamar kost dilingkungan Kelapa Pendek Kelurahan Mangga Dua Utara, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate pada 23 Januari 2021 kemarin.

Menurut Ketua Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan Faisal I. Doa. Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan akan memberikan bantuan Hukum atau pendampingan Hukum terhadap pihak korban, untuk menjamin penegakan Hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu, " Dan juga memastikan agar proses penegakan Hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut dapat dijerat dengan Hukum yang seberat-beratnya". tegasnya, Kamis (28/1/2021).

Sedangkan Menurut Sekretaris Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan Hafiz Ismail, terkait pemerkosaan yang dilakukan oleh 7 orang secara bergilir terhadap anak dibawa umur di Kelurahan Kelapa Pendek, Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate harus diseriusi oleh penegak hukum dalam hal ini Polsek Ternate Selatan. " Sebab kejahatan yang dilakukan oleh 7 oknum tersebut telah merusak mental, fisik maupun sosial, psikologis bagi anak". tegas Hafiz.

Perlu diingat juga bahwa kekerasan seksual terhadap anak ini juga mengancam dan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan anak dan juga termasuk mengganggu kehidupan sosial kemasyarakatan.

" Kami Pemuda Pancasila Kota Tidore tetap kawal proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian, agar dapat mewujudkan rasa keadilan bagi korban," tuturnya.

Sementara itu menurut Ketua Bidang Hukum Pemuda Pancasila Kota Tidore Kepulauan  Fahmi Albar, mengatakan Polsek Ternate Selatan harus serius dan tidak main-main dengan kasus pemerkosaan ini sebab tindakan pelaku kejahatan pemerkosaan ini telah merusak masa depan korban sehingga pelaku harus dijerat dengan hukuman pidana maksimal.

" Perbuatan pemerkosaan yang dilakukan oleh 7 oknum ini harus diancam dengan hukuman pidana maksimal sebagaimana termuat dalam pasal 81 UU Nomor 17 tahun 2016 perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak". tegasnya.

Dimana dalam pasal 81 ayat 5 berbunyi dalam hal tindak pidana sebagaiman dimaksud dalam pasal 76 menimbulkan korban lebih dari 1 orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya reproduksi dan atau korban meninggal dunia maka pelaku dipidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Hal ini penting diterapkan pasal ini sebab untuk mendorong efek jera bagi pelaku tindak kekerasan seksual tersebut dan juga untuk melindungi hak anak untuk kelangsungan hidup serta agar dapat menurunkan tingkat kekerasan seksual terhadap anak dilingkungan masyarakat" jelasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga