Pemkot Tidore Siapkan 20 Miliar untuk Program Vaksinasi Covid-19

Walikota Tidore meninjau persiapan vaksinasi Covid-19

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan mengalokasikan dukungan anggaran pendanaan program vaksinasi covid -19 sebesar 4 persen yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH).

Dukungan pendanaan program vaksinasi covid-19 tersebut merupakan menindaklanjuti Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 30/KM.7/2020 Tentang Penggunaan Sebagian  (Earmarking) Dana Alokasi Umum atau Dana Bagi Hasil dalam rangka dukungan pendanaan program vaksinasi Covid-19.

Rencananya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan melakukan rapat koordinasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan untuk membahas persoalan tersebut. Pasalnya dalam surat tersebut, memerintahkan kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar dapat mengalokasikan dukungan anggaran untuk program vaksinasi Covid-19 sebesar 4 persen.

“ Suratnya sudah kami sampaikan ke DPRD, dan saat ini kami hanya tinggal menunggu waktu dari DPRD untuk dilakukan pembahasan secara bersama,” kata Mansur Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tidore saat ditemui, Kamis (21/01/2021).

Mansur bilang, jika mengacu pada surat itu yang mengharuskan dukungan pendanaan sebesar 4 persen, maka anggaran yang dibutuhkan 20 Miliar. Sementara teknisnya seperti apa, kata Mansur, nantinya akan dilakukan pembahasan bersama dengan DPRD Kota Tidore Kepulauan.

“ Kalau untuk 4 persen dari Dana Alokasi Umum maka kurang lebih sekitar 20 Miliar yang harus disiapkan Pemda, dana ini khusus untuk dukungan program vaksinasi,” jelasnya.

Selain itu ditanya terkait dengan alokasi dana penanganan covid-19 pada 2021, Mansur mengaku bahwa pada tahun 2021 Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang melekat di Dana Tak Terduga (DTT) dengan nilai secara keseluruhan sebesar Rp. 15 Miliar. Hanya saja, dana tersebut tidak bisa diperuntukan secara keseluruhan sebab dana itu juga melekat kegiatan-kegiatan lainnya.

“ Tahun ini kami sudah memasukan anggaran untuk penanganan Covid-19 melalui DTT, tapi yang diminta oleh Kementerian ini dana untuk dukungan program vaksinasi harus berdiri secara sendiri,” ucapnya.

Sementara untuk menyikapi refocusing pada tahun 2021. Mansur mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi untuk harus dilakukan refocusing." Sejauh ini belum ada perintah untuk dilakukan refocusing, hanya sebatas dukungan anggaran terkait dengan program vaksin,” singkatnya menutup.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga