PAD Wisata Pantai Pulau Maitara Capai 100 Juta

Yakub Husain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

TIDORE - Wisata pantai di Pulau Maitara Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, pada tahun 2020 kemarin sukses mendongkrat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tidore Kepulauan senilai Rp. 100 Juta.

Pasalnya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan hanya mampu menggenjot PAD Tidore Kepulauan pada posisi Rp. 8 Juta untuk satu tahun.

"Setelah adanya pengembangan pulau Wisata Maitara, saat ini PAD Kota Tidore khususnya di Pariwisata itu sudah mencapai Rp. 100 juta dalam satu tahun," kata Kepala Disbudpar Kota Tidore, Yakub Husain saat ditemui awak media di Kantornya, Kamis (21/1/2021).

Untuk pengembangan Pariwisata Pulau Maitara ini, kata Yakub masih bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAU) atau APBN. Dan kedepannya tidak ada alasan lagi untuk tidak membangun Pulau Maitara, sebab di pulau tersebut memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dan bisa menghasilkan PAD buat Kota Tidore Kepulauan.

"Jika dulunya kita sering tarik menarik soal pengembangan Wisata Maitara, maka kedepan sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mau membangun Maitara, karena saat ini regulasinya juga sudah ada. Wisata Maitara ini, sudah bukan lagi hanya kebutuhan Kota Tidore Kepulauan, melainkan bisa dibilang Kebutuhan Nasional khususnya Indonesia Bagian Timur," pungkasnya.

Olehnya itu, Yakub mengaku bahwa pihaknya akan melakukan kunjungan ke Pulau Maitara untuk menginventarisir semua amenitias dan kebutuhan lainnya yang masih kurang untuk diselesaikan pada tahun 2022. Jadi setelah dilakukan inventarisir, Disbudpar Tidore akan melakukan telaan dan disampaikan ke Walikota dan Wakil Walikota untuk dijadikan sebagai dasar pengembangan Wisata Maitara kedepan. Sehingga dengan begitu pada tahun 2022 nanti, rencana kerja (Renja) dari setiap Instansi terkait sudah memuat terkait dengan program tersebut.

"Masalah yang paling krusial di Pulau Maitara adalah persoalan sampah, olehnya itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore sudah harus turut berpikir dan menyelesaikan masalah persampahan di Pulau Maitara, agar para pengunjung yang datang disana tidak kesulitan dalam membuang sampah," tandasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga