Santri dan Juru Masak Ponpes Ome Positif Covid-19

Pondok Pesantren Harisul Khairaat Bumi Hijrah Ome (foto Istimewah)

TIDORE - Santri di Pondok Pesantren Harisul Khairat Bumi Hijrah Ome Kota Tidore Kepulauan dikabarkan terkonfirmasi positif covid -19. Santri yang dikabarkan terpapar positif virus corona atau covid -19 ini diketahui sebanyak 11 orang santri dan juru masak.

Data yang diperoleh media ini menyebutkan 11 orang yang terkonfirmasi positif covid -19 tersebut diantaranya, Laki - laki sebanyak 4 dan Perempuan sebanyak 7 orang.

Tim Satgas Covid - 19 Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim saat diconfirmasi membenarkan adanya Santri dan Juru Masak Pondok Pesantren Harisul Khairat Bumi Hijrah Ome yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid - 19.

" Iya benar, ada santri dan juru masak di Pondok Pesantren Ome yang terkonfirmasi positif virus corona, ada 11 orang," kata Saiful Salim, Selasa (19/1/2021).

Saiful mengatakan, awalnya Tim Satgas Covid -19 mendapatkan laporan dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Tidore pada tanggal 7 Januari 2021 lalu bahwa ada 4 orang dari Pondok Pesantren terkonfirmasi positif covid-19. Sehingga dilakukan tracking dari Dinas Kesehatan bersama dengan Puskesmas Ome melakukan pelacakan kontak erat sekaligus melakukan rapid test di Pondok Pesantren pada tanggal 8 Januari.

" Dari hasil pelacakan kita dapatkan kurang lebih 101 orang kontak erat dan langsung dilakukan rapid test , 20 kita nyatakan sebagai Suspec dan rujuk untuk pemeriksaan swab, hasilnya 7 orang terkonfirmasi positif, sehingga totalnya sudah 11 orang di Ponpes Ome yang terkonfirmasi positif covid -19," tuturnya.

Untuk itu, Saiful yang juga sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan ini menyatakan bahwa saat ini Satgas Covid-19 merekomendasikan untuk meliburkan proses belajar mengajar di Pondok Pesantren.

" Untuk menghindari terjadinya penularan yang lebih luas sesama Santri, mengingat Pondok Pesantren masuk kategori populasi resiko tinggi, maka Satgas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan merekomendasikan untuk meliburkan proses belajar mengajar tatap muka selama 14 hari, hal ini dilakukan untuk menghindari kontak fisik sesama santri. Surat rekomendasi Satgas ke Ponpes sudah ada di meja saya, dan sore ini akan kita layangkan ke Ponpes," tukasnya.

Saiful menambahkan, saat ini Santri dan juru masak yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 sudah dipulangkan oleh pihak Pondok Pesantren untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing - masing.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga