APDESI Polisikan Paslon SALAMAT, Muhlis: Bank BRI Cabang Tidore Harus Dievaluasi

Ketua APDESI saat didampingi kuasa hukumnya melaporkan Paslon SALAMAT

TIDORE - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sepertinya pepatah ini patut dialamatkan kepada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Nomor Urut 3, yakni Salahudin Adrias - Muhammad Djabir Taha (SALAMAT).

Bagaimana tidak, Paslon SALAMAT yang sudah kalah dalam pertarungan Politik di Kota Tidore Kepulauan saat berhadapan dengan Pasangan Petahana yakni Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen alias AMAN pada Pilkada 9 Desember 2020 kemarin. Kini Muchlis Malagapi dan Sekertaris Amir Abdullah, yang didampingi Kuasa Hukumnya Rustam Ismail kembali mengadukan ke pihak Kepolisian Resort Tidore oleh Pengurus Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PC APDESI) Kota Tidore Kepulauan, karena diduga telah mencemarkan nama baik Pemerintah Desa terkait penggunaan Dana Desa yang dilakukan oleh Pasangan AMAN.

DiKesempatan tersebut, Rustam selaku kuasa hukum APDESI Kota Tidore Kepulauan mengatakan bahwa setelah melihat gugatan dari Paslon SALAMAT yang terkesan menyudutkan Pemerintah Desa, pihaknya kemudian mendampingi kliennya untuk mengadukan Paslon SALAMAT ke Polres Tidore. Karena menurut dia, gugatan yang dimasukan oleh SALAMAT ke Mahkamah Konsitusi dianggap tidak memiliki akurasi data yang valid terkait dengan penggunanaan Dana ADD.

" Kami sudah mengadukan secara resmi, namun setelah berkoordinasi dengan Penyidik, mereka siap untuk menindaklanjuti setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Olehnya itu laporan resminya akan kembali kami sampaikan jika sudah ada putusan dari MK," pungkasnya.

Sementara menurut Ketua APDESI Kota Tidore Kepulauan, Muchlis Malagapi, menyesalkan sikap Bank BRI Cabang Soasio yang terkesan diam tanpa ada klarifikasi, padahal institusinya juga ikut diseret dalam gugatan tersebut. Diamnya Bank BRI Cabang Soasio, membuat publik seolah-olah berpikir bahwa apa yang digugat oleh Paslon SALAMAT benar adanya, padahal terkait dengan pencairan Dana Desa tidak digunakan untuk kepentingan Pilkada. Selain itu membuat publik ikutan curiga karena menganggap Bank BRI Cabang Soasio tidak kredibel dalam menjaga kerahasiaan Negara.

Untuk itu, Ulis sapaan akrab Muchlis Malagapi ini, meminta kepada BRI Pusat agar segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Bank BRI Cabang Soasio yang ikut mendiamkan masalah tersebut, sehingga membuat resah masyarakat yang berada di tingkat Desa.

"Kalau Bank BRI merasa bukan mereka yang kemudian membocorkan masalah pencairan dana, seharusnya mereka angkat bicara. Biar publik tidak lagi memandang sebelah mata terkait institusi mereka," ungkapnya.

Lanjut dia, tetapi karena selama ini Bank BRI lebih memilih diam, kata Ulis, APDESI dengan tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap Bank BRI Cabang Soasio, sehingga APDESI mendesak kepada Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan untuk segera melakukan pengalihan Dana Desa maupun uang daerah lainnya yang berada di Bank BRI Cabang Soasio agar dapat dipindahkan ke Bank lain.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga