KPU Tidore Buka Kotak Suara Kumpul Bukti Hadapi Gugatan SALAMAT

Kotak suara yang dibuka oleh KPU dan disaksikan oleh Kapolres Tidore serta Ketua Bawaslu Tidore

TIDORE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan rupanya sudah sangat siap untuk menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh Pasangan Salahudin Adrias dan Muhammad Djabir Taha atau SALAMAT di Mahkama Konsitusi (MK). Dimana dari 14 point materi gugatan pasangan nomor urut 3 ini setelah di bedah oleh KPU hanya terdapat 3 materi yang bakal diklarifikasi oleh KPU Kota Tidore Kepulauan, Senin (21/12/2020).

Ketua KPU Kota Tidore Kepulauan Abdullah Dahlan saat diconfirmasi sejumlah awak media, pada saat membuka kotak suara mengatakan bahwa terkait dengan gugatan Paslon SALAMAT setelah dipelajari yang disoalkan hanyalah masalah daftar hadir.

" Mereka (Paslon SALAMAT) hanya mempersoalkan masalah daftar hadir pemilih DPT, DPTb, DPPh, makanya untuk pembuktikan itu kita punya lengkap, maka hari ini kami membuka kotak suara untuk mengambil alat bukti untuk kepentingan di Mahkama Konsitusi," kata Abdullah Dahlan.

Selain itu, kata Abdullah Dahlan, KPU Kota Tidore Kepulauan mempunyai dasar untuk membuka kotak suara tersebut, dan hal itu diatur dalam PKPU Nomor 19 Tahun 2017 tentang Rekapitulasi pada pasal 71 menyebutkan jika ada perselisihan suara, maka KPU dapat membuka kotak suara untuk mengambil alat bukti.

" Dan pembukaan kotak suara ini disaksikan oleh Ketua Bawaslu Kota Tidore Bahrudin Tosofu dan Kepala Kepolisian Tidore Kepulauan Yohanes Jalung Siram. Dan nanti kita buat berita acara apa yang kita (KPU) ambil dalam kotak suara itu," singkatnya.

Lebih lanjut, Abdullah menyampaikan bahwa alat bukti yang diambil oleh KPU Kota Tidore Kepulauan ini hanya sesuai dengan materi gugatan yang dilayangkan oleh Pasangan SALAMAT," KPU sangat siap, sangat siap sekali menghadapi bahkan kita sudah menunjuk ke kuasa hukum untuk membekap KPU di Mahkama Konsitusi, dan saat ini kuasa hukum sudah membedah materi gugatannya serta sudah membuat jawaban atas gugatan yang dilayang Paslon nomor urut 3 itu," tuturnya.

Ditanya soal keberangkatan, Abdullah Dahlan mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu jadwal sidang yang disampaikan oleh Mahkama Konsitusi, hingga saat ini KPU Kota Tidore Kepulauan belum juga mendapatkan jadwal persidangan gugatan tersebut.

" Sejauh ini kita (KPU) belum mendapatkan jadwal sidang dari Mahkama Konsitusi (MK) seperti apa, sehingga yang pasti minggu ini KPU fokus penyediaan administrasi untuk menghadapi gugatan di MK mulai dari alat bukti sampai administrasi berita acara dan lain-lain," tutupnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga