Peringati HUT DWP, Wali Kota Tidore Menangis

TIDORE - Suasana duka dan haru menyelimuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Dharma Wanita Persatuan Tahun 2020, yang berbeda dengan tahun sebelumnya karena tanpa kehadiran Penasehat DWP Kota Tidore Kepulauan Almahumah Sulamah Ali Ibrahim dan Sekretaris Daerah Almahum Asrul Sani Soleman. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula sultan Nuku Kantor Walikota, Kamis (17/12/2020).

Isak tangis Wali Kota Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim dan Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan Nursauda Asrul Sani tak terbendung di sela-sela upacara HUT ke - 21 Dharma Wanita Persatuan Tahun 2020 karena kehilangan orang-orang tercinta untuk selama-lamanya.

Wali Kota dalam kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa DWP sebagai salah satu organisasi wanita terbesar di Indonesia hendaknya harus memiliki peran yang strategis dalam pembangunan, serta mampu berperan besar untuk mencerdaskan kaum perempuan yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

“Sebagai organisasi wanita, DWP juga harus mampu berperan dalam pembangunan baik sosial maupun politik, terutama bagi kaum perempuan yang ada di Kota Tidore Kepulauan” kata Ali.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Nursauda Asrul Sani dalam sambutannya mengatakan bahwa DWP harus berperan aktif dalam pembangunan dan mampu memperjuangkan hak-hak kaum wanita di Kota Tidore Kepulauan dalam ketaraan gender.

" Semoga pada kelanjutannya, kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi teruslah dibina dalam pelaksanaan setiap kegiatan, untuk mewujudkan tujuan luhur organisasi ini. Para pengurus dan anggota sekalian, jadilah istri pegawai negeri sipil yang dapat menunjang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab suami sebagai pelayanan masyarakat, loyal terhadap pimpinan dan bertanggung jawab atas tugas dan jabatan yang diemban, serta mampu menghasilkan kinerja terbaik dalam aktivitas pemerintahan," pintanya.

Menariknya dalam peringatan Hari Ulang Tahun DWP yang ke-21 ini apabila secara nasional dilakukan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur, maka DWP Kota Tidore Kepulauan menyajikan sajian “boso kene” sebagai pengganti tumpeng hal ini sebagai wujud pelestarian dan pengembangan kearifan lokal atau tradisi daerah.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga