Pengembangan Saos Tomat Dialihkan ke Home Industri, Imran : Pabrik Batal Karena Covid

Imran Jasin Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan

TIDORE – Setelah menyiapkan segala bentuk sarana prasarana beserta infrastruktur Pertanian untuk dikembangkan oleh petani, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan juga terus berupaya untuk memusatkan perhatian terhadap pengelolaan hasil produksi tanaman holtikultura dengan menghadirkan pembangunan pabrik saos tomat yang direncanakan berpusat di Kelurahan Cobodoe Kecamatan Tidore Timur.

Hanya saja akibat adanya pandemi Covid-19, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tersebut kemudian direfocusing sehingga batal untuk dilakukan. Kendati demikian, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan untuk memanfaatkan hasil produksi tanaman holtikultura milik pertanian.

Sehingga kedepan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan akan memberdayakan pengembangan saos tomat melalui home industry, dengan memanfaatkan wanita-wanita pertanian yang memiliki kemampuan di bidang tersebut.

" Kemarin kami dari Dinas Pertanian sudah melakukan uji coba dan kualitasnya cukup baik, sehingga kedepan meskipun pabriknya tidak jadi dibangun, namun pengelolaan saos tomat ini bisa diarahkan melalui home industry, karena peralatannya itu kita hanya membutuhkan blender beserta alat kemeasan,” kata Imran Jasin Kepala Dinas Pertanian saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis, (12/11/2020).

Lebih lanjut, Imran mengatakan bahwa inovasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif di bidang pertanian khusunya pada tanaman holtikultura, Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan juga akan melakukan pelatihan serta menyalurkan bantuan peralatan kepada petani untuk mengelola saos tomat melalui home industry.

" Karena saat ini semua sarana prasarana sudah disiapkan, sehingga Kedepan kami sudah mulai fokus pada pengembangan komuditas dan menghadapi pasca panen terkait dengan tanaman holtikura, jadi kita akan memprogramkan home industry untuk pembuatan saos tomat, saos cabai serta bawang goreng,” jelasnya.

Sementara terkait dengan proses pemasaran, Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM sehingga dengan begitu Kota Tidore Kepulauan dalam meningkatkan perekonomian petani bisa lebih terarah dengan memanfaatkan produk lokal.

" Kemarin setelah kami uji coba di Internal Dinas Pertanian itu hasilnya juga sangat baik, dan rasanya benar-benar alami tanpa terlalu banyak dicampur dengan bahan pengawet, namun karena anggarannya tidak cukup untuk dilakukan pelatihan, sehingga pengelolaan home industry belum dapat dilakukan,” tambahnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga