Ahmad Ishak Sebut Jurkam DPRD Aktif dari Paslon Lain Bohongi Diri Sendiri

[Ahmad Ishak Ketua DPC PDIP]

TIDORE - Menyikapi tudingan sejumlah politisi berlatar belakang mantan Anggota DPRD maupun Anggota DPRD aktif yang kerap menyebutkan Pasangan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen alias AMAN gagal memimpin Kota Tidore Kepulauan dan bahkan selama kepemimpinan mereka juga dianggap tidak berbuat apa-apa.

Mendapat tanggapan keras dari Ahmad Ishak politisi PDIP Kota Tidore Kepulauan asal Daerah Pemilihan Oba, dia mengatakan komitmen Pasangan AMAN terkait dengan pembangunan di wilayah oba itu sudah teruji, buktinya Pasangan AMAN dengan berani mengalokasikan ADD sebesar 10 Persen, dan itu untuk satu desa dalam satu tahun anggaran minimal desa mendapatkan anggaran senilai Rp. 2 Miliar, itupun belum dihitung terkait dengan pembangunan infrastruktur lainnya.

"Jika seorang akademisi saja faham terkait dengan tugas dan fungsi DPRD, toh kenapa yang baik sebagai mantan Anggota DPRD maupun Anggota DPRD aktif tidak faham tugas dan fungsinya, jadi kalau mereka bilang selama kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen lantas tidak berbuat apa-apa untuk Tidore, saya pastikan mereka telah membohongi dirinya sendiri," semprot Ahmad Ishak pada acara kampanye Pasangan AMAN yang berpusat di Desa Durian Kecamatan Oba Utara, pada Jumat, (30/10/2020) malam tadi.

Pasalnya, komitmen Pasangan AMAN dalam membangun Kota Tidore Kepulauan semuanya tergambar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan RPJMD tersebut nantinya akan dibahas bersama dengan DPRD, setelah itu diturunkan dalam RKPD setiap tahun berjalan.

" Yang rancang APBD adalah DPRD dan Pemerintah Daerah yang diwakili oleh TAPD, jadi kalau hari ini kita bilang AMAN gagal maka itu adalah kegagalan secara kolektif, sebab program yang dilakukan oleh mereka berdua itu berdasarkan persetujuan DPRD," pungkasnya.

Olehnya itu, Ahmad mengajak kepada masyarakat di daratan oba pada khusunya dan masyarakat Tidore pada umumnya agar jangan lagi mau dibodohi oleh politisi - politisi yang hanya sebatas mengejar syahwat politik semata. Sebab dalam situasi seperti ini seharusnya mereka mampu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat beserta memahami apa yang masyarakat inginkan.

Selain mendudukan terkait dengan peran dan kemitraan Pemerintah Daerah dan DPRD, lelaki yang juga merupakan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan ini ikut menyentil terkait dengan Issue pemekaran Sofifi hanya untuk kepentingan Politik. Pasalnya Sofifi tidak pantas dijadikan komoditi politik, melainkan harus dijadikan sebagai komitmen bersama untuk memajukan wilayah oba mulai dari Kaiyasa sampai Desa Nuku.

"Soal pemekaran ini masalahnya karena Moratorium belum dicabut oleh pemerintah pusat, namun ketika hal itu sudah dicabut maka saya orang pertama yang akan mebicarakan persoalan ini bersama Pasangan AMAN untuk diperjuangkan bersama agar Wilayah oba juga bisa mandiri," tegasnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga