Masyarakat Tomalou Siap Hadang Gerakan dari Garaki

[Sejumlah Tokoh Masyarakat Kelurahan Tomalou saat berada di SPKT Polres Tidore]

TIDORE – Sikap tidak terpuji yang ditunjukan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Garaki Gam Tomalou (GGT) di Kelurahan Tomalou Kecamatan Tidore Selatan yang menolak Pasangan nomor urut 2 yakni Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen Alias AMAN untuk melakukan kampanye tatap muka di Tomalou, membuat masyarakat Kelurahan Tomalou geram dengan sikap tersebut.

Bahkan rencana gerakan penolakan GGT ini, mendapat perlawanan keras dari masyarakat di Kelurahan Tomalou, sehingga jika terjadi gerakan penolakan, maka sejumlah tokoh penting di Kelurahan Tomalou seperti RT/RW dan Pemuka Agama, akan bersama-sama dengan masyarakat Tomalou melakukan aksi tandingan untuk menghadang sekelompok orang tersebut, Senin (19/10/2020).

" Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan aksi tandingan jika mereka melakukan penolakan, hanya saja pihak kepolisian tidak menginginkan itu terjadi, karena ditakutkan jangan sampai terjadi gesekan. Olehnya itu siapapun yang mengganggu proses kampanye pasangan AMAN di Toamalou mereka akan berhadapan dengan hukum,” ungkap Yusuf Abdullah salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Tomalou kepada sejumlah awak media, usai melakukan koordinasi dengan Polres Tidore.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan bahwa masyarakat Kelurahan Tomalou selalu membuka diri dengan siapa saja yang mau berkampanye di Tomalou. “Jika mereka bilang masyarakat Tomalou menolak AMAN, kami pastikan itu Bohong. Dan kami akan buat kampanye pasangan AMAN di Tomalou,” tambahnya.

Selain itu, Yusuf juga menyentil terkait dengan Agenda Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) yang kerap dijadikan issu politik untuk menjatuhkan Pasangan AMAN beserta pengadaan eksavator yang menyebutkan masyarakat Tomalou kecewa dengan pasangan AMAN karena mereka dianggap menghina masyarakat Tomalou sesungguhnya itu tidak benar dan merupakan sebuah Fitnah.

" Soal FKNT ini bukan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang tidak mau terlibat, tetapi Panitia yang sudah bersepakat untuk tidak mau melibatkan pemerintah. Sedangkan untuk masalah pengadaan eksavator sesungguhnya pemerintah malah memberikan dukungan kepada masyarakat Tomalou untuk bekerjasama dengan pemerintah, agar pengelolaan alat berat berupa eksavator dapat berjalan dengan baik, jadi tidak ada penghinaan terhadap masyarakat Kelurahan Tomalou,” pungkas lelaki yang juga merupakan Sekertaris Panitia Pengadaan Exavator Kelurahan Tomalou ini.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga