Bawaslu Tidore Diminta Profesional, Rustam: Jangan Pilih Kasih

[ Kuasa hukum Tim AMAN Jilid II, Rustam Ismail ]

TIDORE - Kerja pengawasan pelaksanaan kampanye para pasangan calon oleh Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu) Kota Tidore dipertanyakan tim Hukum AMAN Jilid II, pasalnya banyak pelanggaran dilakukan paslon Bagus namun terkesan dibiarkan begitu saja.

Kepada media ini , Tim Hukum AMAN Jilid II Rustam Ismail mendesak agar Bawaslu menegur secara keras bahkan harus memberikan sanksi kepada pasangan calon BAGUS atas kegiatan kempanye yang diduga memobilisasi massa yang hadir dalam kampanye melebihi dari 50 orang, hal ini terjadi di Kelurahan Gamtufkage dan di Desa Garojou Oba Utara beberapa hari kemarin, Minggu (18/10/2020)

" Di Desa Garojau Oba Utara kami mendapat informasi yang akurat saat pasangan Bagus melakukan kegiatan kampanye masanya yang hadir melebihi 50 orang bahkan diduga sebagian besar dimobilisasi dari beberapa Desa lain diantaranya Desa Kusu,’’ kata Rustam.

Model kampanye Paslon BAGUS yang terkesan dibiarkan Bawaslu Kota Tidore ini sudah tentu melanggar PKPU No. 13 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak, lanjutan dalam kondisi bencana non -alam corona virus disease 2019 (Covid-19) dan Perbawaslu No. 14 Tahun 2020.

" Untuk itu Bawaslu Kota Tiodre bersama perangkat dibawahannya (Panwascam) dalam menjalankan tugas pengawasan dan pencegahan harus tegas dan professional, tidak boleh membiarkan pelangaran begitu saja tanpa ada tindakan nyata,’’ tegas Rustam.

Dipertegas Rustam Bawaslu dibentuk oleh Negara supaya membuat pemiihan Pemilu/Pemilukada itu bermartabat, tidak lantas dalam pengawasan dan pencegahan hanya satu pasangan saja yang ditindak jika ada pelangaran

" Jangan pasangan AMAN saja kalian melakukan pengawasan dan tindakan, bahkan dititik tertentu saat pasangan AMAN melakukan kampanye dimana massa yang menempati tempat duduk yang telah disediakan 50 , hanya saja ada beberapa orang yang datang nonton , lantas Panwascam meminta yang lain membubarkan diri, sementara pasangan BAGUS dengan nyata melebihi 50 orang bahkan ratusan kalian tidak tegas bertindak atau bubarkan, pengawasan macam apa ini ? jangan begini dong, kami juga bisa berbuat demikian, bisa mengumpulkan massa sebanyak itu, bahkan dengan puluhan ribu AMAN bisa kumpulkan, akan tetapi pasangan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Senin selalu taat asas dan aturan Pilkada, AMAN selalu menjunjung tinggi aturan sehingga setiap pertemuan yang AMAN lakukan tentu memperhatikan rambu-rambu yang telah di atur dalam PKPU maupun Perbawaslu," ujarnya.

Kata Rustam, pernyataan hari ini yang dilakukan Tim Hukum AMAN agar bagimana Bawaslu berlaku independen , bukan berarti AMAN panik tetapi kami hanya menegakan aturan, sebab kalau tidak kami bisa mengumpulkan massa lebih besar dan mereka tidak akan mengumpulkan masa sebesar massa AMAN," Untuk itu, saya meminta kepada Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, harus melakukan pengawasan yang profesional, dan harus adil menindak bagi siapa yang melakukan pelanggaran.

" Begitupun Panwascam disetiap Kecematan, bila ada temuan pelanggaran jangan didiamkan apalagi dibiarkan. Prinsipnya AMAN selalu taat asas dan aturan Pilkada. Dan bila mereka melakukan lagi, saya minta Bawaslu dan Panwascam harus bubarkan mereka secara paksa,’’ pungkas Rustam.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga