Warga Patani Barat Kembali di Teror OTK

[Jalan menuju kebun di Patani Barat]

WEDA - Teror di hutan Patani Barat Kabupaten Halmahera Tengah kembali terjadi. Kali ini dalam sehari terjadi di tiga TKP di dalam hutan saat warga sedang berkebun. Seorang warga asli Desa Moreala, Pardi, menceritakan bahwa ia baru sampai di rumah kebunnya di kilo tiga, kemudian menaruh saloi, dan segera mengecek pala yang baru ditanamnya. Tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari rumah kebunnya.

Penasaran untuk memastikan apa yang terjadi, dirinya bersembunyi dibalik pohong pisang dan menutup dengan daun pisang kering. Tak disangka Pardi melihat tiga orang yang tak dikenalnya berada diluar rumah dengan penampilan hanya mengenakan celana dalam, berambut gondrong dan seluruh tubuh mereka hitam sepertinya hitam arang dan yang lainnya berada dalam rumah, menghancurkan barang-barang serta membuang barang dan pakian keluar, Sabtu (17/10/2020).

Pardi kemudian memilih pergi mengamankan diri, namun seorang diantara kelompok tak dikenal itu melihatnya,  mereka kemudian memanah dan mengejar Pardi.

Karena tak berhasil mengejar  Pardi, kelompok bersenjata tajam berjumlah enam orang itu kemudian mencegat dua orang warga Desa Moreala di kilo dua saat hendak berjalan menuju berkebun. Kedua warga tersebut di cegat di tengah jalan dengan posisi anak panah yang siap dilepaskan. Lantas melihat hal demikian, kedua warga tersebu memilih berlari sekuat tenaga mengamankan diri.

Sejam kemudian masih di wilayah Patani Barat, keenam orang tersebut mendatangi satu tempat yang tak jauh dari TKP awal dan TKP kedua, di situ mereka mengejar seorang warga Sibenpopo. Warga tersebut pontang-panting melarikan diri hingga memasuki kampung.

Warga dari kelima Desa itu kemudian bersama Satpur (Satgas Tempur) Tepeleo, Kepolisian Polsek Patani, Satgas Teritorial Patani Barat, dan pihak Kecamatan melakukan penyisiran serta mendatangi TKP, tapi rupanya kelompok bersenjata tajam tak dikenal itu sudah berlari jauh bersembunyi.

Warga yang menjadi korban dan beberapa orang warga, saat diwawancarai oleh media ini mengungkap keresahaan mereka. Pasalnya kejadian teror dan penyerang yang dilakukan oleh OTK bersenjata tajam ini bukanlah kali pertama, bahkan kejadian tanggal (14/10/2020)  adalah yang keempat kalinya.

" Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa agar segera berkoordinasi untuk menindak tegas OTK bersenjata tajam itu yang saat ini sedang berkeliaran di dalam hutan. Sebab hal ini kalau tidak di gubris maka warga Patani Barat merasa tidak nyaman saat berkebun sebagai mata pencaharian mereka," kata Pardi

Penulis: Firman
Editor: Redaksi

Baca Juga