Panwaslu Tidore Timur Terancam Dilaporkan

[ Kuasa hukum Tim AMAN Jilid II, Rustam Ismail ]

TIDORE – Tindakan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwascam) Kecamatan Tidore Timur yang melaporkan sejumlah keluarga Ade Kama di Polres Tidore terkait dugaan menghalangi tugas Panwascam, mendapat tanggapan serius dari kuasa Hukum Tim Pemenang Pasangan AMAN.

Pasalnya laporan yang disampaikan Panwascam Tidore Timur ini, dianggap tidak memenuhi unsur pidana dalam hal menghalangi Panwascam untuk menjalankan tugas pengawasan.

Hal ini disampaikan Rustam Ismail, Kuasa Hukum Tim Pemenang AMAN saat ditemui sejumlah media usai mendampingi kliennya melakukan proses pemeriksaan di Polres Kota Tidore Kepulauan, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan jika dilihat berdasarkan kronolgis kejadian, pertemuan yang dilakukan oleh Muhammad Sinen di kediaman Ade Kama yang bertempat di Kelurahan Dowora merupakan pertemuan silaturrahim biasa tanpa dilakukan kampanye politik.

" Kedatangan Pak Wakil (Muhammad Sinen) ini hanya sebatas silaturrahim biasa, karena Pak Ade Kama ini adalah teman beliau yang sudah dianggap sebagai keluarga. Tidak ada niat untuk sosialisasi atau kampanye, hanya saja kedatangan pak wakil saat itu, dirumah ade kama terdapat beberapa orang yang kesehariannya sudah sering di situ karena mereka bermain domeno, jadi bukan disuruh datang setelah adanya pak wakil,” jelasnya.

Ironisnya ketika pertemuan silaturrahim itu sementara berlangsung dengan membicarakan persoalan diluar dari Politik baik itu tentang kemenangan AMAN maupun konsulidasi di Tidore Timur, tiba-tiba Panwascam Tidore Timur kemudian secara diam-diam masuk dalam Rumah Ade Kama melalui pintu samping tanpa meminta izin kepada tuan rumah lalu mengambil foto, dari situ membuat pihak keluarga ade kama tidak terima dan mengusir mereka keluar karena dianggap tidak sopan.

" Mereka diusir karena masuk di rumah tanpa izin, lagipula kedatangan pak wakil juga tidak membicarakan terkait dengan masalah politik, olehnya itu berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tadi, saya meyakini bahwa dalil yang digunakan panwascam ini tidak memenuhi unsur,” pungkasnya.

Olehnya itu, Rustam meminta kepada Panwascam Tidore Timur agar dalam melakukan kegiatan pengawasan harus secara profesional, santun dan beretika. Agar tidak berselisih paham dengan tuan rumah, selain itu Panwascam juga harus bisa membedakan mana kegiatan kampanye dan mana kegiatan silatarruhim.

" Misalnya hari ini pasangan AMAN dijadwalkan di zona II, kemudian ada hajatan menikah di zona I, dan jika pak wakil diundang menghadiri acara tersebut apakah itu pelanggaran..? kan tidak. Selain itu pertemuan pak wakil inikan tidak dengan atribut partai dan lain sebagainya, selain itu juga pertemuan inikan juga bukan minggu tenang,” pungkasnya.

Agar menertibkan langkah Panwascam untuk menjalankan tugas yang baik, Rustam menegaskan bahwa pihaknya bakal mempertimbangkan langkah oknum Panwascam Tidore Timur yang masuk dirumah orang tanpa izin sehingga melahirkan perbuatan tidak menyenangkan, selain itu Panwascam Tidore Timur juga akan diadukan ke Polres Tidore, Bawaslu Kota Tidore kepulauan maupun Bawaslu Provinsi Maluku Utara.

" Yang saya sesalkan tindakan mereka masuk ke rumah tanpa izin, seharusnya mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu, dan saya yakin jika mereka lakukan demikian pasti akan diiznkan oleh tuan rumah,” tambahnya.

Penulis: Daffa
Editor: Redaksi

Baca Juga