Paslon BAGUS Dinilai Telah Membohongi Publik

[ Muh. Siraz Tuny ]

TIDORE – Wakil koordinator juru bicara (Jubir) pasangan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen alias AMAN, yakni Muhd. Siraz Tuny menanggapi secara santai terkait dengan program pasangan nomor urut 1 yakni Basri Salama dan Guntur Alting yang kerap mewacanakan soal kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Menurutnya, wacana tersebut hanyalah akal-akalan dari Pasangan BAGUS untuk mendapat simpati dari warga masyarakat Tidore menuju Pemilihan di 9 Desember 2020 mendatang. Untuk itu, Siraz memandang Tim Pasangan Bagus telah melakukan pembohongan publik terhadap masyarakat karena ikut mempolitisasi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah pada masa kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen.

Buktinya berdasarkan data yang bersumber dari BPJS Kota Tidore Kepulauan per tanggal 11 September 2020, Kota Tidore Kepulauan dengan jumlah penduduk sebanyak 112.776 Jiwa, telah dibiayai oleh Pemerintah melalui APBN maupun APBD beserta warga yang mengikuti BPJS Manidiri sudah sebanyak 70.598 jiwa atau 62,60%. dengan rincian Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebanyak 29.367 Jiwa, PBI APBD yang ditanggulangi Pemerintah Provinsi sebanyak 1.798, dan PBI APBD yang ditanggulangi Pemerintah Daerah Kota Tikep dibawah kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sebanyak 10.248 Jiwa. dan Sisanya adalah Pekerja Penerima Upah seperti ASN, TNI, POLRI sebanyak 19.442 Jiwa, Bukan Pekerja (Pensiunan) sebanyak 1.911 Jiwa dan Pekerja Bukan Penerima Upah (BJS Mandiri) sebanyak 7.832 Jiwa.

Olehnya itu, sangat lucu jika Pasangan Bagus kemudian mengklaim bahwa nantinya mereka terpilih akan mengratiskan layanan kesehatan untuk masyarakat Kota Tikep secara keseluruhan dengan menggunakan APBD Kota Tidore Kepulauan.

“Basri dan Guntur masih merancang program kesehatan gratis, tapi Bapak Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen malah sudah melakukan itu, bahkan dibantu juga sama Bapak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya kepada media ini, Senin, (5/10/2020).

Sementara terkait dengan sisa masyarakat kota tikep yang belum mendapatkan BPJS sebanyak 42.178 Jiwa ini, kata Siraz sesungguhnya sedang dilakukan pembahasan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulaun bersama DPRD. Sehingga kalau Tim Pemenang Pasangan Bagus mengklaim bahwa ini adalah Programnya Basri dan Guntur, maka pertanyannya kemudian, kenapa program ini dilakukan pembahasan di masa pemerintahannya Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen.

" DPRD inikan bagian dari Pemerintah Daerah, jadi kalau mereka melakukan pembahasan dengan pemerintah kota mengenai BPJS kemudian disetujui, maka kesehatan gratis ini bukan lahir dari Pasangan Bagus, melainkan dari Pasangan AMAN. karena suka tidak suka, Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen merupakan Walikota Dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan saat ini, dan DPRD merupakan mitra dari mereka berdua, bukan mitranya Basri Salama atau Guntur Alting,” pungkas lelaki yang juga merupakan Politisi Partai Demokrat Kota Tikep ini.

Lebih lanjut, Siraz berharap kepada para Anggota DPRD aktif yang saat ini mendukung Pasangan Bagus, agar dalam menyampaikan program kesehatan gratis, sebaiknya didudukan posisinya sebagai bagian dari Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, bukan bagian dari Tim Pemenangan Basri dan Guntur, jika tidak maka hasilnya sudah pasti bohong.

" Basri dan Guntur inikan orang yang baru mencalonkan diri sebagai Walikota dan Wakil, sementara program yang dibahas oleh DPRD maupun Pemkot untuk tahun 2021 inikan masih dipimpin oleh Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, jadi bagaimana bisa Bagus mengklaim itu programnya mereka, inikan tidak masuk akal,” tandasnya.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga