Kejari Ternate Takut Eksekusi Nina

[ Kuasa Hukum CV. Abadi Jaya, Rusdi Bahcmid ]

TERNATE - NF Alias Nina terdakwa dalam perkara penggelapan uang yang telah disidangkan pada Pengadilan Negeri Ternate dengan perkara nomor 20/Pid.B/2020/PN Tte akhirnya dijatuhi putusan pada tanggal 2 Juni 2020 dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 2 bulan, namun diketahui hingga saat ini NF Alias NINA masih menghirup udara bebas.

Bahwa terhadap putusan tersebut yang dibacakan pada tanggal 2 Juni 2020 terdakwa maupun jaksa penuntut umum tidak mengajukan banding atau keberatan sampai dengan batas waktu 7 hari sebagimana disebutkan pada pasal 233 ayat 2 KUHAP, oleh sebab itu jika mengacu pada pasal tersebut maka pada tanggal 9 Juni 2020 putusan tersebut telah mempunyai kekuatan hukum tetap, Rabu (16/9/2020).

Namun, berdasarkan penulusuran Tim Kuasa Hukum korban [ CV ABADI JAYA ], menemukan bahwa putusan tersebut belum dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Ternate, padahal putusan telah berkekuatan hukum tetap sejak tanggal 9 Juni 2020.

Rusdi Bachmid selaku Kuasa Hukum dari CV ABADI JAYA kepada jarita.id menyampaikan bahwa pada tanggal 20 Juli 2020 ia bersama kliennya mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Ternate untuk menanyakan perihal pelaksanaan putusan tersebut, dan melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ternate Junaidy menyampaikan bahwa akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah petikan putusan tersebut telah dikirim Kejaksaan Negeri Ternate oleh Pengadilan Negeri Ternate atau belum.

‘’ Padahal, kami melakukan pengecekan ke PTSP Pengadilan Negeri Ternate, dan menemukan bahwa surat pengantar nomor W28-U2/1392/HK-01/5/2020 tertanggal 2 Juni 2020 yang merupakan surat pengantar petikan putusan perkara pidana nomor 20/Pid.B/2020/PN Tte telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Ternate dan ditembuskan pada Lapas Perempuan Kelas III Ternate di Ternate, terdakwa dan keluarga terdakwa. Oleh sebab itu tidak terdapat alasan jika Kejaksaan Negeri Ternate hingga saat ini belum mengeksekusi terpidana NF," kata Rusdi.

Rusdi Bachmid juga menegaskan, pada Kamis (17/09/2020) besok selaku Kuasa Hukum dari CV ABADI JAYA akan melayangkan surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk memberikan attensi terhadap pelaksaan putusan perkara ini, dengan harapan dalam minggu ini terpidana NF Alias Nina dapat segera dieksekusi

" Kami memberikan toleransi waktu sampai akhir bulan ini, jika sampai dengan akhir bulan ini, terpidana NF alias Nina belum juka dieksekusi maka kami Kuasa Hukum dari CV ABADI JAYA akan menyampaikan surat ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sebab kami berpendapat saudari NF Alias Nina masuk katagori orang kebal hukum, yang mana putusan telah berkekuatan hukum tetap namun belum juga dilakukan eksekusi. Maka perlu melibatkan pihak Kejaksaan Agung R.I untuk proses eksekusinya," tegas Udi panggilan akrabnya.

Rusdi juga menambahkan bahwa kasus ini berawal dari NF Alias NINA yang merupakan karyawati pada CV ABADI JAYA dengan jabatan Administrasi Sales terhitung sejak Juli 2018 sampai dengan September 2018 diketahui telah menggelapkan uang perusahan senilai Rp. 562.343.534.’’ NF alias nina juga diketahui merupakan Isteri dari Anggota Polri yang bertugas di Polda Maluku Utara, yang sejak kasus ini dilaporkan hingga disidangkan, terhadap NF Alias Nina tidak dilakukan penahanan badan baik ditingkat penyidik, penuntut maupun ditingkat persidangan, sehingga kami menduga ada intervensi dalam pelaksaan putusan tersebut," tambah Rusdi.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga