Warga Patani Barat Diteror OTK

[ Jafar Rakibu warga Patani Barat]

WEDA - Warga Patani Barat Halmahera Tengah yang bermata pencaharian dengan berkebun di dalam hutan dalam beberapa bulan ini mulai merasa tak nyaman, pasalnya beberapa warga diteror oleh sekelompok orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam berupa panah, kalai (tombak), parang dan sejenis alat tajam lainnya.

Model teror yang dilakukan oleh sekolompok orang tak dikenal ini awalnya dengan cara bersembunyi lalu melempar warga yang sedang berkebun dengan batu, kemudian mengeluarkan suara lengkingan. Tak puas hanya dengan itu, sekelompok orang tak dikenal ini bahkan menjegat warga ditengah jalan kebun dengan suara lengkingan sambil menunjukan alat tajam dan memanah. Warga yang diteror itu tak punya pilihan lain selain mengamankan diri, Jumat (11/9/2020).

Jafar Rakibu warga Patani Barat saat diwawancarai media ini membenarkan aksi peneroran tersebut, menurutnya teror atas dirinya sudah yang kedua kalinya, teror pertama adalah ketika ia bersama bersama beberapa rekannya tidur di kebun dan teror itu terjadi usai sholat subuh," Awalnya kami mendengar suara lengkingan yang ramai seperti suara burung tapi seseorang diantara kami mengatakan itu bukan suara burung melainkan suara orang, maka serentak kami keluar dari rumah kebun dan kami melihat sekelompok orang tak dikenal itu sudah berada di sebelah kali, mereka menari seperti kerasukan setan lalu mereka memanah kami. Semua keluarga mengamankan diri yang tersisa tinggal saya sendiri yang kebetulan keadaan waktu itu agak gelap sehingga saya bisa bersembunyi di antara rumput tebal yang tak jauh dari rumah kebun. Saya menyaksikan tanaman pala kami yang sudah berbuah di potong dan rumah kebun kami dihancurkan segala isinya," ceritanya.

Lanjut dia, teror kedua juga dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal yakni dengan cara menjegat dua orang warga Patani Barat di jalan kebun saat mereka baru mau memarkirkan motor dipinggir jalan," Aksi teror itu juga memiliki kemiripan seperti teror awal, mereka sekelompok orang tak dikenal itu melengking, menari dengan parang dan tombaknya sambil memanah ke arah dua orang warga itu. Tentunya dua orang warga itu lebih memilih mengamankan diri berlari kembali ke arah kampung. Motor yang mereka kendarai dicincang oleh sekelompok orang tak dikenal itu," tuturnya.

Dia menambahkan, teror ketiga pun terjadi terhadap dirnya pada Sabtu 05 September 2020 di wilayah kilometer delapan di air kelima, awalnya dia melihat banyak jejak kaki di jalan kebun yang berbecek kemudian juga banyak lagi jejak kaki di pinggir kali air kelima," Setelah kami selidiki jejak kaki itu ternyata hanya tiga orang saja yang membuat jejak kaki sebanyak itu. Akhirnya kami memilih untuk mengecek salah satu rumah kebun milik salah satu warga di wilayah situ, seperti sudah kami perkirakan rumah itu di obrak abrik isinya, pakaian dan sajadah dicincang dan juga Al-Qur’an disobek seobek dan dihamburkan tak lama kemudian kami memilih kembali di jalan tempat motor yang kami parkir dan rupanya di pinggir motor itu sudah ada jejak kaki baru yang dibuat lagi," ceritanya lagi.

Kata dia, tak lama kemudian dia bersama rekannya mendengar suara lengkingan tak jauh darinya, suara itu tepatnya di antara pepohonan hutan yang lebat, dan tiba-tiba sebuah anak panah dilepaskan ke arah kami syukurnya anak panah itu hanya sampai kurang lebih tiga meter didepan," Anak panah itu kami ambil dan kami terus bertahan untuk memastikan agar kami bisa melihat sekelompok orang itu akan tetapi sejam kemudian tak ada lagi tanda-tanda mereka, sepertinya mereka sudah kabur. Sayangnya dalam dua kali teror terhadap warga Patani Barat yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal itu menggunakan rambut wik bahkan ada yang seperti menggunakan topeng," jelasnya.

Tak hanya teror yang dilakukan pada dirinya, rupanya menurut beberapa warga yang temui, juga menyampaikan hal yang bahwa sekelompok orang tak dikenal itu memasang ranjau di jalan kebun, di dalam kebun dan di pinggiran rumah kebun. Ranjau itu ditutupi daun kering agar tak terlihat," Ranjau tersebut berupa kayu dibuat tajam, ada juga kayu yang memiliki mata pisau dari besi juga ada picaan beling yang kemudian di tanam. Dan tak hanya di satu satu tempat, ranjau yang sama di temukan di beberapa tempat (Bobane), di wilayah Osia, wilayah woyobalo, nuku now gemen dan di midolofi," tukasnya.

Selain itu, menurut Sarif Sahbudin warga Patani Barat, menyampaikan bahwa sekelompok ornag tidak dikenal tersebut juga memasang jebakan atau ranjau yang dipasang itu bukan untuk binatang, tetapi untuk manusia dan ukuran ranjau itu di arahkan tepat di perut orang dewasa, ada juga di arah tepat di paha dan mata kaki," Juga pecahan botol yang ditanam di kebun warga apakah itu untuk binatang? Tindakan kelompok tak dikenal ini tak bisa lagi dibiarkan. Kalau terus dibiarkan akan ada warga yang korban," tutupnya.

Penulis: Firman
Editor: Redaksi

Baca Juga