Puluhan Mahasiswa Terpaksa Kuliah Online di Kantor Camat Patani Barat

[ Sejumlah mahasiswa yang berada di pekarangan kantor camat ]

WEDA - Puluhan mahasiswa terlihat memadati Kantor Kecamatan yang berada di wilayah administrasi Desa Bobane Jaya Patani Barat Halmahera Tengah.

Amatan Jarita.id di lapangan bahwa jumlah mahasiswa yang tiap harinya hadir bisa mencapai puluhan. Awalnya dikira mahasiswa ini sedang mengurus kepentingan administrasi mereka.

Rupanya kehadiran mereka di kantor camat tiap harinya adalah melakukan kegiatan kuliah online. Sejumlah mahasiswa yang memadati kantor camat itu datang dari berbagai perguruan tinggi dan universitas di Indonesia, Jumat (28/8/2020).

Kuliah bertatap muka tak bisa lagi dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19, maka kuliah dari rumah (daring,red) harus dilakukan.

Namun, hal yang miris terjadi di Patani Barat. Sejumlah mahasiswa yang diwajibkan melakukan kuliah online harus berhadapan dengan ketiadaan tower sinyal, sehingga banyak dari mereka harus melakukan kuliah online di kantor camat dengan jaringan yang seringkali loading lambat.

Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ternate sering disapa Ari mengungkapkan kepada Jarita.id bahwa, jasa layanan wifi di dalam kampung memang ada hanya saja harus mengeluarkan uang sepuluh ribu tiap harinya, itu sangat tidak mungkin. Orang tua di sini hanya kerja sebagai petani kebun dan nelayan seadanya, mereka tak punya pekerjaan tetap yang bisa menghasilkan gaji tiap bulannya. Uang sepuluh ribu yang keluar tiap hari untuk membeli voucher wifi tak bisa menggunakannya hingga satu jam karena memiliki kapasitas sesuai penggunaan, apalagi kalau buka YouTube atau live secara langsung.

"Satu-satunya jaringan wifi yang gratis di Patani Barat ini ada di kantor camat sehingga mahasiswa bisa melakukan kuliah online, itupun kalau jaringannya tidak terganggu dan tidak digunakan banyak orang, karena sering kali kami harus menunggu setegah jam bahkan bisa sampai satu jam untuk membuka aplikasi, membuka facebook saja susahnya minta ampun." tuturnya

Saat dikonfirmasi Jarita.id, Kasi Pemberdayaan Perempuan, Pemuda dan Olah Raga Kecamatan Patani Barat, Rais Baksir membenarkan bahwa ada puluhan mahasiswa mengakses informasi dan membuat tugas serta berkomunikasi dengan dosennya di kantor camat.

"Selama ini mahasiswa dan masyarakat memanfaatkan jaringan tower dari desa dote atau desa sebelah yang masih menjadi bagian dari wilayah Weda. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini jaringan desa dote mengalami masalah, entah itu masalah apa?. Sehingga masyarakat maupun mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengakses informasi," tuturnya.

Lanjut dia, maka jaringan wif Kantor Kecamatan Patani Barat sebagai alat informasi dan komunikasi untuk mempermudah kerja-kerja di kantor, dan juga harus juga menjadi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan juga komunikasi.

" Tapi di masa pandemi ini, selain sebagai Kasi Pemberdayaan Perempuan, Pemuda dan Olah Raga, saya juga menjabat Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Patani Barat terus mengingatkan kepada khalayak masyarakat terutama pada mahasiswa yang mengakses jaringan wifi untuk selalu mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.

Penulis: Firman
Editor: Redaksi

Baca Juga